Lupa Sandi?

Nasi Tempong dan Sensasi Rasa yang Menampar Lidah

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Nasi Tempong dan Sensasi Rasa yang Menampar Lidah

Banyuwangi yang belakangan mulai naik daun dengan destinasi wisatanya yang menakjubkan juga menyisipkan suatu warisan kuliner yang tidak kalah menarik. Negeri di ujung timur pulau Jawa yang dikenal dengan tagline “The Sunrise of Java” ini memiliki sebuah sajian yang nikmat juga unik sdengan sensasi rasa yang benar – benar tak ada duanya. Nasi Tempong , namanya.

Berbeda dengan mayoritas daerah di Jawa yang sajian makanannya didominasi rasa manis dan gurih, Nasi Tempong terkenal dengan rasanya yang sangat pedas.  Karena itulah makanan ini diberi nama tempong (ditampar) sebagai kiasan akan rasa pedasnya yang amat sangat.  Sajian ini adalah salah satu makanan yang  cukup merakyat, dimana anda bisa menemukan Nasi Tempong  di setiap sudut Kota Banyuwangi.

Konon, di zaman dahulu Nasi Tempong  adalah makanan yang umumnya disantap oleh para petani di sawah.  Makanan ini menjadi bekal yang dibawa para petani sebagai pengisi perut disela – sela kesibukan menggarap sawah. Sensasi rasanya yang benar – benar menakjubkan inilah yang akhirnya membuat Nasi Tempong menjadi sajian istimewa di berbagai kalangan masyarakat.

Secara tampilan, Nasi Tempong  adalah sebuah kuliner yang sederhana. Terdiri dari sepiring nasi hangat, sayuran rebus serta gorengan tahu, tempe, ikan asin, dan dadar jagung serta sambal mentah yang super pedas. Citarasa super pedas dari sambal mentah ini yang menjadi kunci utama dari sajian Nasi Tempong . Sambal tempong dibuat dengan menggunakan bahan – bahan mentah seperti cabai rawit, tomat ranti (Solanum Lycopersicum) yaitu jenis tomat yang permukaannya bergelombang, gula pasir, terasi, garam dan air jeruk limau.

Baca Juga
Senjata rahasia dibalik pedasnya Nasi Tempong. (source : banyuwangibagus.com)
Senjata rahasia dibalik pedasnya Nasi Tempong. (source : banyuwangibagus.com)

Sambal yang khas dan diracik secara khusus ini menimbulkan perpaduan rasa asin, asam dan pedas yang menjadi begitu nikmat untuk dilahap. Tak heran bahwa meskipun keringat mengucur deras karena rasa yang sangat pedas, sepiring nasi tempong akan terus menerus dilahap hingga tak bersisa.

Meskipun pedas, sensari rasanya benar – benar menggugah selera. Kombinasi antara nasi putih, sayuran rebus serta goreng – gorengan yang disajikan selagi hangat benar – benar menjadi sebuah santapan yang nikmat bagi para pecinta kuliner. Karena itu, tidak mengherankan bahwa dalam setiap acara festival kuliner Banyuwangi, Nasi Tempong  selalu menjadi primadona tersendiri sebagai kuliner yang paling banyak diserbu pengunjung.  Sebagai andalan dari bumi Blambangan ini.



Sumber : berbagai sumber 
Sumber Gambar Sampul : e-print.kompas.com 

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie