Usung Budaya Indonesia lewat Trend Pinstripe

Usung Budaya Indonesia lewat Trend Pinstripe
info gambar utama

Para pecinta dunia otomotif kiranya sudah tak asing dengan istilah pinstripe. Siapa sangka, jika seni ini memiliki ruang di hati masyarakat Indonesia ? Pinestripe tak hanya dijadikan sebagai hiburan semata, bahkan banyak juga pinstriper yang menjadikannya sebagai profesi.

kustomfest 2016 (otomotif.net)
info gambar

Kostum Kulture adalah subkultur automotif yang mendapat pengaruh era 50 – 70-an. Pada tahun 30 hingga 60-an, istilah Kostum digunakan untuk memodifikasi mobil. Modifikasi yang dilakukan meliputi merendahkan atau menceperkan suspensi mobil, memberi grafis pinstripe dan warna, roda ban besar, mesin masiv dan knalpot tambahan.Kemudian semakin berkembang di tahun 2000-an sehingga lahirlah subkultur Kostum Kulture. Kostum Kulture sebenarnya sudah tumbuh berkembang di tanah air sejak lama. Salah satu buktinya dapat dilihat di 2 cover majalah Aktuil terbitan early 70’s. Satu cover menampilkan Alm. Gito Rollies posing gracefully on a 70’s style Yamaha XS650 chopper dan satu cover lagi menampilkan “couple of girls on a proper Volkswagen Buggy”.

cover majalah aktuil; gito rollies dan yamaha xs650 chopper (lawlessjakarta.com)
info gambar

Komunitas Kostum Kulture umumnya memiliki ketertarikan pada motor dan mobil tua yang dikostumisasi. Diantaranya memiliki ciri-ciri sentuhan mode pakaian Amerika era 50-an, grafis dengan kesan macho yang kental dan ilustrasi dengan raw style. Kesan Retro dengan lettering yang khas dan cenderung mengutamakan buatan tangan (hand made). Ada pula style yang dipengaruhi tahun 50-an, yakni Elvis Presley dan musik rock n roll-nya, 60-an dengan mods, skinheads dan tren drag race, tahun 70-an dengan semangat punk dan tren low rider, rockabilly di tahun 80-an dan psychobilly di tahun 90-an. Sehingga lahirlah subkultur Kustom Kulture yang dikenal sekarang. Di Indonesia, beberapa acara telah diselenggarakan dengan animo yang tinggi seperti Sekepal Aspal Indonesia di Jakarta, BBQ Ride di Bandung serta acara tahunan Kustomfest di Yogya.

Salah satu seni yang unik yang erat kaitannya dengan Kostum Kulture adalah pinstripe atau pinstriping . Yakni merupakan salah satu dari ragam seni lukis, namun diaplikasikan pada media sepeda motor dan mobil yang sudah dimodifikasi. Biasanya mobil dan motor yang beraliran oldschool newschool. Selain dapat diaplikasikan di body dan tanki, seni ini dapat juga diaplikasikan di kaos. Dalam dunia otomotif, pinestripe adalah vinyl pita tipis atau cat. Penerapan garis yang sangat tipis yang memakai cat khusus di media-media tertentu. Selain itu, teknik mengecatnya menggunakan kuas pinstripe.

pinstripe pada body motor
info gambar

Berbeda dengan penggunaan air brush, pinstripe dibuat langsung di media menggunakan kuas khusus tanpa alat bantu. Selain karena unsur keindahan dan keunikan, seni pinstripe bertujuan untuk meningkatkan kurva permukaan, dan garis umumnya dari warna komplementer.

pinstripe karya freeflow pada mobil (https://freeflowkustompainting.blogspot.co.id)
info gambar

Meski Kustom Kulture kental dengan budaya Barat, namun 4 pinstriper bangsa ini tetap mengusung budaya Indonesia lewat trend masa kini, lho. Berikut beberapa seniman pinstriper di Indonesia :

  1. Freeflow
freeflow crew (motorplus-online.com)
info gambar

Merupakan pelopor bisnis kustom di Indonesia yang berasal dari Bandung . Berdiri pada tahun 2003 yang terinspirasi dari budaya kustom yang sedang trend di Amerika pada masa itu. Hingga kini, Freeflow tela memiliki nama di mata mancanegara.

freeflow pinstripe (freeflowkustompainting.blogspot.co.id)
info gambar

"Kultur Indonesia sebenarnya adalah kultur kustom, contohnya saja lukisan-lukisan yang ada di bak truk. Sebenarnya itu sudah masuk dalam kategori kustom," kata salah satu crew Freeflow, Setyo Budiono, yang dilansir krjogja.com. Dari pengamatan itulah, menurut Setyo, Muhammad Syamsul Fahmi (founder Freeflow) mencoba mengemasnya menjadi lebih modern. Yaitu dengan mengemas kulur Indonesia ke dalam aliran kustom, diantaranya adalah kustom motor dan kustom painting di helm, tangki motor, serta jaket kulit.

freeflow pinstripe di helm (https://freeflowkustompainting.blogspot.co.id)
info gambar

Bersama 10 crew nya, Muhammad Syamsul Fauzi, menjalankan bisnis kustom yang tentunya tak sedikit tantangan yang menghampiri. Inovasi menjadi satu-satunya kunci berjalannya bisnis Freeflow hingga sekarang.

"Dulu kan belum banyak pelaku bisnis kustom, sekarang pelaku bisnis di industri kustom sudah semakin banyak, itulah tantangannya. Jadi harus terus-menerus meningkatkan kualitas salah satunya dengan berinovasi," ujar Setyo.

setyo, salah satu crew freeflow sedang melakukan pinstriping di kaos (https://freeflowkustompainting.blogspot.co.id)
info gambar
  1. Decky Sastra
Decky Decks Sastra (coklatretro.com)
info gambar

Dikenal dengan nama beken Decks Junkart, adalah seorang pecinta motor tua. Bekerja sebagai desainer dan ilustrator Union Well asal Bandung, brand yang juga kental dengan Kostum Kulture. Dalam setiap ilustrasinya, Decks menghadirkan bagaimana budaya itu berlaku dalam keseharian hidupnya, dengan memasukan bentuk kompresor di tukang tambal ban, motor bek-jul (Honda bebek tujuh puluhan), dan gambaran bengkel motor lokal.

union well pinstripe (pinterest.com)
info gambar
  1. Irvine Jaste
Irvine Jasta dan pinstripe
info gambar

Sosok wanita asal Bandung yang unik. Irvine Jaste adalah ibu rumah tangga, desainer lepas dan pemilik toko Picker Store yang menyediakan wardrobe dan merchandise yang berhubungan dengan Kostum Kulture. Irvine suka sekali mengaplikasikan tattoo, perempun mengendarai motor tua lengkap dengan kutipan-kutipan bernada humor ke dalam ilustrasinya.

Irvine Jasta (motor-modif.com)
info gambar
  1. Rio Bronx
Rio Bronx (motor-modif.com)
info gambar

Bernama asli Akbar Satrio Prasojo, adalah pinstriper asal Jakarta. Sedangkan Bronx dilekatkan padanya sejak bermain sepeda low rider. Tak hanya menggarap pemesanan dari Jakarta saja, bahkan Rio mendapat orderan dari luar kota. Beragam media yang ia gunakan mulai dari helm,tangki, sepatbor, hingga media yang lain selama bisa disapu oleh kuas nya. “Untuk pengerjaannya saya mempergunakan kuas khusus yang diimpor dari luar negeri. Bahannya spesial yaitu dari bulu tupai. Sedangkan cat nya sendiri bisa dicomot dari cat yang biasa dipakai di dunia otomotif” jelas Rio (dilansir dari motor-modif.com).

Rio Bronx (motorplus-online.com)
info gambar




Sumber : arielleowhisnu.blogspot.co.idhttps://www.krjogja.comantoarief.wordpress.comhttps://news.motorplus-online.comhttps://roi-radio.com
Sumber Gambar Sampul : kustom-kulture-forever.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini