Lupa Sandi?

Panggung Khusus Film Indonesia di Festival Film Tokyo

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Panggung Khusus Film Indonesia di Festival Film Tokyo
Panggung Khusus Film Indonesia di Festival Film Tokyo

Perfilman Indonesia  boleh berbangga dan sudah sepatutunya berbangga akan berbagai apresiasi dan penghargaan atas begitu banyak prestasi yang sudah dicapai sepanjang tahun 2016 ini. Berbagai pengakuan akan karya – karya para sineas Indonesia terus berdatangan, sebagai bukti bahwa kualitas film buatan anak bangsa sudah mulai diakui dunia. Kali ini, dalam Tokyo International Film Festival (TIFF) 2016 yang akan digelar mulai 25 Oktober hingga 3 November 2016 di Tokyo ini, film Indonesia mendapatkan panggung khusus dalam salah satu program TIFF.

Crosscut Asia tahun ini menetapkan Indonesia sebagai fokus dengan mengangkat tema “Colorful Indonesia,” setelah sebelumnya Crosscut Asia mengangkat Thailand sebagai fokus pada 2014 dan Filipina pada 2015. Dalam Crosscut, sebanyak 11 film Indonesia akan tampil sebagai representasi budaya Indonesia dan keberagaman yang ada di Indonesia baik itu mengenai masyarakat modern, agama, etnis, gender, dan cinta dalam berbagai bentuknya.

Dalam jumpa pers yang diadakan, Direktur General The Japan Foundation Tsukamoto Norihisa mengatakan bahwa ini merupakan kesempatan besar bagi sineas Indonesia untuk memperkenalkan film – film Indonesia pada publik Jepang.

Ke-11 film Indonesia yang akan tayang dalam Crosscut Asia adalah “Athirah” atau “Emma” karya Riri Riza, “Ini Kisah Tiga Dara” garapan Nia Dinata, “Catatan Dodol Calon Dokter” dari Ifa Isfansyah, “Filosofi Kopi” dari “Angga Dwimas Sasongko,” “Sendiri Diana Sendiri” besutan Kamila Andini, “Fiksi” dari Mouly Surya dan “Someone’s Wife in the Boat of Someone’s Husband” dengan sutradara Edwin. Teddy Soeriaatmadja juga turut menampilkan tiga karyanya yang berjudul “About a Woman,” “Something in The Way” dan “Lovely Man.” Kemudian satu film klasik tahun 1954 yang telah direstorasi, yaitu “Lewat Djam Malam” karya Umar Ismail pun mendapatkan tempat untuk ditayangkan dalam Crosscut Asia TIFF 2016 ini.

Baca Juga

Riri Riza, salah satu sineas yang karyanya juga dibawa ke ajang ini mengatakan bahwa film merupakan sebuah medium yang snagat efektif untuk memperkenalkan budaya suatu bangsa dan Crosscut Asia yang kali ini mengangkat tema Colorful Asia merupakan program lengkap yang menggambarkan kondisi riil Indonesia. “Dari film – film yang dipilih untuk menjadi fokus tahun ini, itu – film – film yang bisa menggambarkan kondisi Indonesia baik secara sosial, kebudayaan, dan keterbukaan dalam demokrasi,” katanya.

Crosscut Asia merupakan suatu program yang digagas oleh The Japan Foundation dan TIFF sebagai bentuk apresiasi film – film dari negara – negara Asia dalam TIFF, dimana pada seksi tersebut, negara yang terpilih sebagai fokus dari Crosscut Asia berhak menampilkan film – film terbaiknya untuk disaksikan oleh publik Jepang. Selain 11 film tersebut yang akan tampil dalam Crosscut Asia, satu film Indonesia yang juga terpilih untuk ditayangkan di seski Asian Future TIFF 2016 yaitu “Salawaku” yang disutradarai oleh Pritagita Arianegara.        


Sumber : antaranews.com
Sumber Gambar Sampul :flickmagazine.net

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie