ISIC: Mencari Solusi Pembangunan Berkelanjutan Indonesia di Birmingham, Inggris

ISIC: Mencari Solusi Pembangunan Berkelanjutan Indonesia di Birmingham, Inggris

ISIC: Mencari Solusi Pembangunan Berkelanjutan Indonesia di Birmingham, Inggris

Indonesian Scholar International Convention (ISIC) kembali digelar oleh Persatuan Pelajar Indonesia di Inggris Raya/United Kingdom (PPI UK) pada 1-2 Oktober 2016 di University of Birmingham. Konferensi akademik ini menginjak tahun ke-16 nya dengan mengambil tema besar pembangunan berkelanjutan di Indonesia yang dikemas dalam acara konferensi akademik, kompetisi debat, dan Gala Cultural Night.

ISIC bertujuan untuk menjadi media bagi mahasiswa dan para ahli Indonesianis untuk berbagai pengetahuan tentang tantangan yang di hadapi Indonesia dalam pembangunan berkelanjutan.

Pada sesi konferensi akademik, terdapat 9 sub-tema yang membahas masalah-masalah kesehatan, pendidikan, manajemen infrastruktur, keuangan dan sebagainya. Terdapat 33 makalah yang masuk dari berbagai negara untuk dijasikan dalam forum ISIC yang prestisius ini.

Pemenang Kompetisi Debat dan Pemakalah Terbaik ISIC 2016. Sumber: atdikbudlondon.com
Pemenang Kompetisi Debat dan Pemakalah Terbaik ISIC 2016. Sumber: atdikbudlondon.com

Dari makalah-makalah tersebut, mahasiswa mengangkat seluk-beluk permasalahan pembangunan Indonesia serta menawarkan berbagai model penyelesaian masalah yang mereka temukan.

Setelah dibuka resmi oleh Duta Besar RI untuk UK dan Republik Irlandia Dr.Rizal Sukma, terdapat tiga pemakalah panel. Ketiga pemakalah panel ini adalah Dr. Fiona Nunan, Head of International Development Department, University of Birmingham; Fitri Irmi Triswati, Wakil Kepala Perwakilan Senior Analis Bank Indonesia; serta Dr. Edwin Syahruzad, Direktur Investasi dan Pembiayaan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dengan moderator Prof. E. Aminudin Aziz, M.A., Ph.D, Atase Pendidikan dan Kebudayaan.

Gala Cultural Night menutup rangkaian ISIC 2016 ini. Dengan tema Mosaik Indonesia, acara ini dikemas dalam bentuk fashion show, tarian, musik, dan permainan tradisional Indonesia dengan penonton sampai lebih dari 200 orang.

Gala Cultural Night, ISIC 2016. Sumber: atdikbudlondon.com
Gala Cultural Night, ISIC 2016. Sumber: atdikbudlondon.com

Aneka ragam kesenian Indonesia, mulai dari tari Saman, tari Indang, tari Kecak, tari Cendrawasih, tari Golek, Pencak Silat, dan gamelan Bali turut ditampilkan pada pagelaran kali ini. Lagu-lagu daerah seperti Badinding dari Sumatera Barat, Bubuy Bulan dari Jawa Barat, Oh Ina ni Keke dari Manado, Apuse dari Papua juga menghiasi dan menyemarakkan acara GCN. Bahkan, kreativitas mahasiswa Indonesia juga ditampilkan dalam bentuk gubahan irama kroncong untuk sebuah lagu pop Barat, yang ternyata memukau para hadirin.

Dengan adanya ISIC ini, diharapkan akademisi Indonesia dapat terus berkontribusi bagi pembangunan Indonesia sekarang dan di masa depan.




Sumber : dari berbagai sumber
Sumber Gambar Sampul : atdikbudlondon.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ferrari akan Bangun Pabrik di Indonesia. Kini di Daerah Sebelummnya

Ferrari akan Bangun Pabrik di Indonesia. Kini di Daerah

Pertama Kalinya, Freeport Dipimpin Putra Papua Selanjutnya

Pertama Kalinya, Freeport Dipimpin Putra Papua

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of Indonesia in 2014, with two exchange programs in Political Science at National University of Singapore and New Media in Journalism at Ball State University, USA. She was awarded Diplomacy Award at Harvard World Model United Nations and named as Indonesian Gifted Researcher by Australian National University. She is an Editor at Bening Communication, previously worked at the Commonwealth Parliament Association UK and a diplomacy consulting firm Best Delegate LLC in USA.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.