Lupa Sandi?

Arek Suroboyo Wakili Indonesia di Forum Game Developer Conference

Arifina Budi
Arifina Budi
0 Komentar
Arek Suroboyo Wakili Indonesia di Forum Game Developer Conference

Mojiken Studio adalah sebuan studio game indie yang berdiri di Surabaya. Sejauh ini, Mojiken Studio sudah membuat dua game: Vamp's Revenge dan Ninjakira Combo Showdown. Tak cuma itu, studio game yang berdiri pada Agustus 2013 ini juga mengerjakan beberapa proyek game, ilustrasi, dan animasi kepada klien.

Tahun 2017 ini tampaknya jadi tahun yang spesial bagi Mojiken Studio karena tahun ini mereka resmi mendapat pendanaan dari studio game independen lain, Toge Productions. Tak hanya itu, pada awalnya kedua studio game ini punya rencana untuk menghadiri Game Developer Converence (GDC) 2017 Februari mendatang di San Francisco, Amerika Serikat. Namun, ternyata ada kabar yang lebih membanggakan dari itu, yakni Brigitta Rena, 2D artist Mojiken Studio diberi kehormatan menjadi pembicara di salah satu panel konferensi tersebut!

"Ya, awalnya karena kami lihat dari postngan Rami di Facebook, dia sedang mencari non-male game-dev gitu, terus Mas Eka coba daftarin aku dan nggak nyangka tiba-tiba Rami-nya sendiri chat aku," cerita Rena kepada GNFI.

Rena akan mewakili Indonesia untuk membahas pengembangan game di Indonesia di hadapan peserta GDC (foto: inigame)
Rena akan mewakili Indonesia untuk membahas pengembangan game di Indonesia di hadapan peserta GDC (foto: inigame)

Di GDC nanti Rena akan menjadi pembicara di panel bertema #1ReasonToBe berjejer dengan developer lain dari berbagai negara di seluruh dunia seperti Palestina, Kamerun, Brazil, Polandia, Argentina, dan Italia. Di panel ini nanti Rena akan membahas soal pengembangan game dari sudut pandang budaya, wilayah, dan sebagainya. Selain itu, Rena juga akan mempresentasikan role model-nya di industri game. Bersama dengan lima pembicara lainnya, Rena nanti akan saling berbagi mengenai iklim industri game di negara masing-masing.

Panel ini dibuka bukan tanpa alasan. Bila menilik dari latar belakang negaranya, memang hampir semua negara para pembicara merupakan masih baru di dunia industri game. Oleh karenanya, panel ini pun menjadi wadah yang penting bagi penggerak industri game di negara yang masih mengembangkannya, termasuk Indonesia.

Siapakah Brigitta Rena?

Mungkin dari kita belum banyak yang mengenal seorang Brigitta Rena. Ia adalah seorang seniman 2D yang sudah banyak mengerjakan karya-karya visual untuk game, novel, dan ilustrasi. Untuk novel, Rena, panggilan akrabnya sudah mengerjakan sebuah proyek visual novel bertema Majapahit bersama rekannya, Elwin, yang berjudul Tikta Kavya.

Menggambar memang sudah menjadi hobinya sejak kecil, sedangkan terjun di dunia game juga sudah menjadi kebiasaannya karena waktu kecil Rena sudah familiar dengan video game. Selama perjalanan karirnya, Rena pernah mengerjakan game Kamikaze Cat ketika bekerja untuk Elven Games pada tahun 2012, kemudian ia juga sempat mengerjakan user interface untuk game Dragon Gem Saga. Sementara itu di Mojiken Studio ia membuat Tikta Kavya dan game sederhana hasil Global Game Jam berjudul Wes Mari Ngene Lapo.

"Sedari kecil aku ingetnya cuma menggambar, jadi ya memang suka menggambar. Kenapa game? Karena menurutku aku ingin sesuatu yang aku ciptakan bisa tersampaikan dengan maksimal dan yang paling pas adalah game," kata Rena.

Dua wakil dari Mojiken Studio nanti akan bertolak ke San Francisco pada 26 Februari 2017 (foto: Arifina Budi/ GNFI)
Dua wakil dari Mojiken Studio nanti akan bertolak ke San Francisco pada 26 Februari 2017 (foto: Arifina Budi/ GNFI)

Sejauh ini Rena sudah membuat dua buah game yang dikerjakannya bersama Mojiken Studio. Game perdananya yang berjudul She and The Light Bearer sebelumnya pernah memenangi Best Audio di ajang In Game di Yogyakarta dan kini tengah dikembangkan menjadi versi yang lebih lengkap.

Dan tentunya ditunjuk menjadi pembicara dalam panel Game Developer Conference di San Francisco nanti menjadi sebuah pengalaman yang amat baru bagi Rena. Sebagai pengembang game yang masih cukup baru, Rena berharap sepulang dari GDC ia bisa membawa banyak pengetahuan untuk dibagikan kepada teman-teman game developer lainnya di Indonesia.

"Memang ini baru pertama buat aku dan agak lucu juga, maksudnya lumayan bingung apa yang harus aku bawa pulang dari sana, tapi yang penting harus ada yang memulai dan semoga aku menjadi awal yang baik," tutup Rena dengan semangat.

Dengan berangkatnya Rena ke San Francisco dalam ajang konferensi pengembang game dunia ini tentu akan membuka dan membesarkan hati para pengembang game di tanah air untuk semakin percaya diri unjuk gigi bahkan sampai ke mancanegara.

*

GNFI

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ARIFINA BUDI

Pencerita hal-hal baik untuk dunia. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata