Lupa Sandi?

Indonesian Festival 2017 di NPUST Taiwan

Gabryna Auliya Nugroho
Gabryna Auliya Nugroho
0 Komentar
Indonesian Festival 2017 di NPUST Taiwan

Beikut ada sedikit cerita dari mahasiswa mahasiswa penuh semangat di National Pingtung University of Science and Technology Taiwan. Mayoritas dari kami adalah mahasiswa muda dan ingin sekali menyebarkan kultur indonesia melalui sharing budaya yang baru saja kami helat di Tanah Formosa ini, Indonesian Festival....

Indonesian Festival adalah festival tahunan yang diselenggarakan oleh PPI NPUST di kampus tercinta NPUST Taiwan. Selama tahun ke tahun konsep pagelaran yang diadakan konsep yang sama, yakni teatrikal musikal legenda Indonesia yang menggaet mahasiswa internasional lain untuk turut berpartisipasi dalam acara ini. Namun ditahun ini, PPI NPUST mencoba menampilkan Indonesian Festival dengan cara yang sedikit berbeda, yakni menyelenggarakannya dengan konsep festival nan meriah, seperti 17 Agustusan yang keseruannya tidak terlupakan. Alhamdulillah dengan rahmatNya Indonesian Festival 2017 terselenggara pada tanggal 14 Maret 2017 di halaman gedung International College NPUST dengan sukses dan meriah.

Kemeriahan acara ini disaksikan juga oleh undangan VIP yang telah hadir dan membuka acara ini yakni Mr. Chang-Hsien Tai (Rektor NPUST), Pak Siswadi (Wakil Ketua KDEI), Pak Bayu (KDEI), Dr. Pao-Chuan Hsieh (Dekan OIA), Dr. Jik-Chang Leong (Dekan IC), Prof. Philip T. Cheng (Dekan DTAIC), Dr. Kevin (Pembina PPI NPUST) dan perwakilan sponsor.

Rangkaian Acara Indonesian Festival 2017 ini meliputi pembukaan acara dengan tarian saman oleh 8 pelajar PPI NPUST, sambutan dari tamu undangan yang terhormat, pemotongan tumpeng oleh Rektor NPUST perlombaan khas 17 agustus seperti Bakiak, Memasukkan paku ke dalam botol, makan kerupuk dan balap kelereng yang diikuti oleh mahasiswa lokal Taiwan dan mahasiswa internasional NPUST, Fashion show baju adat Indonesia oleh 20 mahasiswa internasional, penampilan angklung oleh ppi npust, penampilan dari grup Forsa Dangdut PPI NPUST. Indonesian Festival juga mengadakan Bazaar makanan dengan menyediakan es cendol, pudding, risoles, kroket, lemper dan nasi campur. Bazaar makanan Indonesia ini membuat para mahasiswa NPUST harus mengantri panjang untuk dapat mencoba makanan cita rasa Indonesia.

Baca Juga

Festival kemarin dihadiri oleh kurang lebih 400 orang termasuk undangan dan peserta. Senang sekali melihat antusiasme mahasiswa lokal dan mahasiswa internasional dalam bermain games khas 17an. Kemeriahan festival ini juga disebabkan oleh tim PDD (publikasi, dekorasi dan dokumentasi) mampu menyulap halaman Internasional College seperi festival meriah dengan bunting flag handmade yang menghiasi langit-langit halaman serta membuat photobooth bunga-bunga handmade yang mendapat banyak pujian dari berbagai kalangan. Publikasi telah digadang-gadangkan melalui poster, facebook, portal kampus, email kampus dan penayangan video teaser di megatron depan gate kampus. Sehingga pada hari H, terdapat pula beberapa wartawan dan fotografer yang dari meliput Indonesian Festival ini. Syukurlah rupanya Indonesian Festival ini diliput oleh portal NPUST, portal Go TV Taiwan, dan Portal News China Times (website terlampir). Terima kasih kami haturkan untuk pihak-pihak yang mendanai Festival ini yakni Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) untuk Taiwan, International College NPUST, Departement of Tropical Agriculture and International Cooperation, Office of International Affair, Indomie, serta Dr. Ching-lu Hsieh (Dosen Biomekatronika). Tak lupa terima kasih untuk semangat juang para panitia yang mau bersama-sama membawa kemeriahan Indonesia selama satu hari di Bumi Taiwan. [gaby]

For more Picture, please click FB IF ‘17

http://www.npust.edu.tw/report/Page5.aspx?pol_rpt_id=1070

http://gotv.ctitv.com.tw/2017/03/417365.htm

http://www.chinatimes.com/realtimenews/20170314005267-260405
Sumber : ppinpust.org

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG GABRYNA AULIYA NUGROHO

Kawan GNFI ... Lihat Profil Lengkap

Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata