Lupa Sandi?

Wow, Jember Fashion Carnival Melancong Sampai Pakistan!

Zia Dzulfia
Zia Dzulfia
0 Komentar
Wow, Jember Fashion Carnival Melancong Sampai Pakistan!

Setelah April tahun lalu berhasil meraih juara ketiga dalam ajang Carnaval International de Victoria di Afrika, kali ini Jember Fashion Carnaval kembali unjuk gigi di Pakistan, tepatnya pada pameran tahunan ‘My Karachi 2017’.

Dilansir dari detik Travel, acara yang bertajuk ‘14th My Karachi: Oasis of Harmony’ dan diselenggarakan pada tanggal 7-9 April 2017 itu semakin meriah dengan hadirnya Jember Fashion Carnaval mewakili Indonesia.

Disebutkan oleh Dempo Awang Yuddie, perwakilan Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Karachi, bahwa kolaborasi Jember Fashion Carnaval dengan acara ‘My Karachi’ merupakan upaya KJRI sebagai garda terdepan pemerintah Indonesia di Pakistan untuk mempromosikan pariwisata di Indonesia.

“Sebagai sesama negara muslim serta didukung jumlah wisatawan Pakistan setiap tahun yang mencapai 300.000 wisatawan ke Asia Tenggara, merupakan potensi yang bisa dimaksimalkan dengan mendekatkan budaya Indonesia ke warga setempat,” jelas Dempo Awang Yuddie.

Baca Juga

Perlu diketahui, Karachi merupakan kota terbesar di Pakistan dan menjadi titik pusat finansial dan komersial negara tersebut. Dengan populasi sekitar 14 juta, Karachi merupakan salah satu kota metropolitan terpadat di dunia. Menurut beberapa sumber, tidak ada kota lain yang mencerminkan keragaman ekonomi, etnis, dan regional Pakistan seperti Karachi.

Mengenai pameran “My Karachi – Oasis of Harmony” yang diselenggarakan pada 7-9 April di Karachi Expo Centre sendiri, ini merupakan bagian penting dari kegiatan tahunan di Karachi yang menjadi titik pertemuan berbagai pihak yang bermain di area industri, komunikasi, pariwisata, dan banyak lainnya.

JFC mendapat sambutan hangat di Karachi Expo
JFC mendapat sambutan hangat di Karachi Expo

Dikutip langsung dari website resminya kcci.com, pameran My Karachi dirancang secara khusus untuk menjadi jalan penghubung bagi para pelaku, serta menjadi ajang pertunjukan produk yang nantinya berparalel dengan terjalinnya interaksi jual-beli antar negara atau perusahaan.

Dengan banyaknya pengunjung yang hadir pada pameran tersebut, adanya Jember Fashion Carnaval dalam pameran ini merupakan cara yang tepat untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata Indonesia ke khalayak asing.

Usaha tersebut rupanya membuahkan hasil. Terbukti dengan terhipnotisnya masyarakat Karachi yang berkunjung ke Paviliun Indonesia di Hall 5 Karachi Expo Center untuk melihat baju karnaval Barong serta penampilan tari Srikandhi Yudha, Tanjung Katung, Pusparesti, serta Poco-poco oleh WNI yang berdomisili di Karachi.

Salah satu karnaval fashion terbesar di dunia

Digagas sejak tahun 2003 oleh Dynand Fariz, seorang ‘anak Jember asli’ yang saat ini menjadi pengajar Esmod Jakarta, Jember Fashion Carnaval menjadi bukti bahwa gagasan kreatif mampu menggerakkan ekonomi suatu kota dalam skala yang cukup besar.

Jember Fashion Carnaval merupakan karnaval mode yang diselenggarakan satu tahun sekali selama empat hari berturut-turut dan digelar di sekitar alun-alun kota dengan jarak tempuh sepanjang 3,6 kilometer. Dengan tema yang berbeda setiap tahunnya, JFC diikuti oleh lebih dari 400 peserta yang terlebih dahulu diberikan pelatihan dasar fashion yang padat seperti mernacang busana, fashion run away, koreografi, hingga make up.

Berbeda dari fashion biasa, Dynand Fariz menjelaskan bahwa yang disajikan JFC merupakan art wear bukan ready to wear. Dalam art wear, kostum yang ditampilkan biasanya sangat unik dan rumit sehingga terkadang beberapa talent (sebutan panitia untuk para model yang tampil) yang memeragakan busana harus diarak dengan kendaraan khusus.

Dynand Fariz, penggagas JFC
Dynand Fariz, penggagas JFC

Gagasan kreatif Dynand Fariz ini bermula dari kegelisahannya akan eksistensi kota kelahirannya tersebut. Selama ini mayoritas masyarakat menganggap Jember hanya sebuah kota penghasil tembakau dan dikunjungi hanya sebagai tempat singgah, bukan tempat wisata.

Memiliki passion kuat di bidang fashion membuat ia berpikir untuk memadukan dua unsur yang begitu lekat dengan dirinya: fashion dan kekayaan budaya Indonesia. Event yang awalnya digelar hanya pada lingkup karyawan dan keluarganya ini, di mana seluruh karyawan rumah modenya harus berpakaian sesuai trend fashion dunia, saat ini berhasil menjadi salah satu dari lima karnaval terbaik dunia.

Hingga saat ini JFC sudah berhasil menorah prestasi di berbagai ajang perlombaan dunia, salah satunya pada International Carnaval de Victoria 2016, lalu menjadi Best National Costume Miss International 2014 di Tokyo, Jepang. Kemudian juga meraih Best National Costume Miss Universe 2014 di Florida, USA, dan masih ada beberapa lainnya.

Salah satu karya JFC di Miss Universe 2014
Salah satu karya talent JFC di Miss Universe 2014

Di tanah air sendiri, keberadaan Jember Fashion Carnaval membawa kemajuan ekonomi luar biasa bagi daerah asalnya. Menurut catatan pemerintahan setempat, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jember kian tumbuh sejak terlaksananya JFC. Tahun 2008, PAD Kabupaten Jember dari sektor pariwisata hanya mencapai 2,5 Miliar. Namun tahun 2013 mampu menembus angka 12 Miliar.

Dari jumlah tersebut, jumlah yang dihasilkan restoran atau wisata kuliner mencapai 1,2 MIliar. Hal tersebut berparalel pula dengan menggeliatnya usaha dan penanaman modal di bidang perhotelan. Perkembangan terakhir yang didapatkan, mulai banyak investor hotel yang akan menanamkan modalnya untuk membangun hotel bintang empat akibat kurangnya kamar bagi wisatawan yang berkunjung menyaksikan karnaval tahunan tersebut.

foto milik wego.co.id
foto milik wego.co.id

Akhyarudin, seorang pakar pariwisata yang juga mantan Dirjen Pengembangan Pariwisata Kementerian Pariwisatan mengatakan bahwa Jember dengan JFC-nya sangat luar biasa karena dapat menginspirasi daerah-daerah lain untuk menggelar kegiatan karnaval yang padat dengan budaya Indonesia.

Dipilihya Jember Fashion Carnaval sebagai salah satu upaya promosi pariwisata Indonesia di Karachi Pakistan merupakan pilihan yang tepat karena selain unik dan sudah mendunia, JFC selama ini juga sangat kental dengan kebudayaan Indonesia.

Tidak hanya membuat heboh. Kemeriahan JFC di pameran My Karachi kemarin juga ternyata membuahkan hasil, yaitu dengan banyaknya agen wisata Karachi yang menyatakan minat untuk menjadi mitra Indonesia dalam mengatur kunjungan wisata Pakistan ke Jember Fashion Carnaval yang akan dilaksanakan tanggal 11-13 Agustus 2017 nanti.

Wah, kalau begitu sampai bertemu di Jember ya, kawan-kawan Pakistan!


Sumber : diolah dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau33%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG ZIA DZULFIA

Sedang hidup dikelilingi karakter fiksi. Paling suka makan pop mie lewat jam 12 malam di kereta saat perjalanan keluar kota. Biasa menulis hal-hal remeh. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Evan Dimas

Semua bisa dikalahkan kecuali Tuhan dan orang tua.

— Evan Dimas