Pidato Menlu Retno tentang Diplomasi Digital Jadi Pidato Terbaik Tahun 2016!

Pidato Menlu Retno tentang Diplomasi Digital Jadi Pidato Terbaik Tahun 2016!

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi © wikipedia

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sebuah lembaga riset internasional Diplomacy.Live baru-baru ini mengeluarkan daftar peringkat pelaku diplomasi internasional bertajuk The State of Digital Diplomacy (SODD). Pada SODD 2016, Diplomacy.Live menetapkan pidato Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi dalam acara Kompasianival yang berlangsung pada Agustus 2016 lalu sebagai Best Foreign Minister Speech of The Year.

Dalam pidato pembukanya di acara tersebut, Menlu Retno menyampaikan penekanan tentnag peranan diplomasi di era digital sebagai salah satu cara untuk mengatasi permasalahan di sebuah negara. Pun sang diplomat harus bekerja keras untuk beradaptasi dengan tuntutan di era digital sekarang ini, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi.

Bila merujuk pada cara lama, informasi yang dikirimkan bisa saja baru sampai dua atau tiga hari kemudian kepada para menteri luar negeri. Namun, sekarang informasi itu bisa tersebar dan disampaikan dengan cepat melalui pemanfaatan teknologi digital. Informasi-informasi terkini yang cepat disampaikan tentu menjadi kunci dalam pengambilan keputusan yang cepat pula.

Menlu Retno berpidato dalam acara Kompasianival yang berlangsung pada Agustus 2016 lalu (foto: dokumentasi Kompasiana)
Menlu Retno berpidato dalam acara Kompasianival yang berlangsung pada Agustus 2016 lalu (foto: dokumentasi Kompasiana)

Menurut Menlu Retno, penyebaran informasi yang sangat cepat di era sekarang ini harus bisa dijadikan keuntungan untuk menyebarkan informasi dengan cepat dan mudah. Ia menegaskan, "Kalau diplomat-diplomat Indonesia bisa melaporkan informasi terkini dengan cepat, kami yang berada di Jakarta akan langsung bisa menganalisis apa yang terjadi. Dalam melakukan tugasnya, kecepatan informasi itu wajib dilakukan oleh setiap diplomat."

Namun, tentu saja informasi yang disampaikan maupun diperoleh harus dilakukan validasi terlebih dahulu.

"Kepercayaan masyarakat bisa bekrurang jika informasi yang disampaikan oleh pemerintah tidak valid. Kita tidak bisa bersembunyi dari era ini. Dan inilah mengapa sikap kejujuran menjadi sangat penting ketika kita memberikan informasi pada masyarakat tentang apa yang tengah terjadi," ujar Menlu Retno kala itu seperti ditulis Kompasiana News.

Untuk diketahui, SODD merupakan sebuah gerakan yang bertujuan merangkum kegiatan-kegiatan diplomasi yang dilakukan oleh seluruh negara di dunia setiap tahunnya. Sementara itu, Diplomacy.Live merupakan sebuah lembaga riset yang melakukan studi terhadap advokasi dan analisis diplomasi digital. Kegiatan tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2009 dan fokus utama dari lembaga ini adalah melakukan pengembangan model-model pemanfaatan teknologi digital dalam aktivitas diplomasi. Untuk informasi selengkapnya tentang ini, bisa diakses melalui link berikut: SODD2016.


*

GNFI

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga69%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli6%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi19%
Pilih TerpukauTerpukau6%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Sosok Pahlawan di Balik Hijaunya Gunung Gendol Sebelummnya

Sosok Pahlawan di Balik Hijaunya Gunung Gendol

Lebanon, Negara Ke-3 yang Mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia Selanjutnya

Lebanon, Negara Ke-3 yang Mengakui Kemerdekaan Republik Indonesia

Arifina Budi
@arifinabudi

Arifina Budi

http://wetanngulon.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.