Lupa Sandi?

Film ‘Marlina’ Lolos Seleksi Penghargaan Directors Fortnigh

Bawono Yadika
Bawono Yadika
0 Komentar
Film ‘Marlina’ Lolos Seleksi Penghargaan Directors Fortnigh

Berbicara mengenai perfilman tanah air, banyak sekali yang bisa diulik didalamnya. Mulai dari para aktor-aktornya yang terlibat dalam suatu produksi film kancah internasional hingga film-filmnya sendiri yang hadir dan diberikan penghargaan tinggi di festival-festival film dunia. Hadir lagi, kali ini Film besutan putri tanah air, Mouly Surya selaku sutradara dalam film ‘Marlina’ ini lolos seleksi di Quinzaine des réalisateurs (Directors Fortnight) 2017.

Directors Fortnight (screendaily.com)
Directors Fortnight (screendaily.com)

Apa itu The Directors Fortnight? The Directors Fortnight ialah sebuah acara pemutaran film-film independen yang diselenggarakan secara pararel dengan Festival Film Cannes, Perancis. Acara ini dimulai tahun 1969 oleh para sutradara Prancis. Disini, film-film yang terpilih lazimnya lebih berani dan juga lebih eksperimental jika dibandingkan dengan yang terpilih dalam Official Selection yang berkompetisi dalam Festival Film Cannes.

Bahkan nama-nama besar seperti Martin Scorsese, Michael Haneke, Herzog, George Lucas, Martin Scorsese, Jim Jarmush, Sofia Coppola melalui The Directors Fornight terlebih dahulu sebelum akhirnya muncul pada Official Selection. Dan film Mouly merupakan film layar lebar Indonesia pertama yang berhasil ditayangkan di dalam The Directors Fortnight.

Preskon Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (vania/okezone)
Preskon Film Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak (vania/okezone)

Film ‘Marlina’ ini juga berhasil mendapatkan subsidi Aide aux cinemas du monde dari Kementerian Komunikasi dan Kebudayaan dan Kementerian Luar Negeri Prancis. “Komite film Cinemas du Monde sepuluh-sepuluhnya sepakat saat membaca naskah, ini merupakan hal yang jarang sekali terjadi," ujar Isabelle Glachant selaku produser film asal Prancis. Ia juga menambahkan bahwa film ini memiliki karakter yang sungguh kuat, dari segi cerita maupun pemainnya.

Baca Juga

"Mungkin bagi orang-orang Indonesia, film ini biasa saja. Tetapi bagi orang luar, film ini memiliki karakter yang sangat luar biasa dan orang luar pasti sangat tertarik untuk menonton film ini," pungkas Isabelle menambahkan.

Sang sutradara, Mouly menyatakan bahwa film ini akan menggambarkan keindahan alam di Sumba yang sangat luar biasa, namun dibalik itu ada ketragisan yang ingin disampaikannya melalui film ini.

Film yang menceritakan seorang janda yang mencari keadilan setelah rumahnya diserang oleh perampok diperankan oleh Marsya Timothy sebagai pemeran utamanya. Saat ini, film ‘Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak’ sedang dalam proses pasca produksi di Paris.

Marsya Timothy berperan sebagai Marlina, seorang janda yang mencari keadilan setelah rumahnya diserang perampok. (Instagram.com/moulys)
Marsya Timothy berperan sebagai Marlina, seorang janda yang mencari keadilan setelah rumahnya diserang perampok. (Instagram.com/moulys)

Mouly mengungkapkan bahwa ide film ini didapatkan dari Garin Nugroho yang juga berprofesi sebagai sutradara di Indonesia. Marlina diproduseri Rama Adi dan Fauzan Zidni, serta dibintangi oleh Dea Panendra, Yoga Pratama, Egi Fedly dan Marsha Timothy sebagai pemeran utama di ‘Marlina’ ini. Film ini juga merupakan produksi bersama Cinesurya, Kaninga Pictures (Indonesia), Sasha & Co Production (Prancis), Astro Shaw (Malaysia), HOOQ Originals (Singapura) dan Purin Pictures (Thailand).

Film-film yang lolos seleksi tersebut, akan diputar di festival yang akan diselenggarakan pada tanggal 18 hingga 28 Mei 2017 di Cannes. Kemudian juga aka nada pemutaran di Marseille, Paris, Geneva, Roma, Milan, Florence dan Brussels.


Sumber: diolah dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga83%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang8%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau8%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAWONO YADIKA

Saya adalah mahasiswa Sastra Inggris 2013 Universitas Brawijaya. Sekarang saya berada di tahun terakhir dalam masa perkuliahan. Saya sangat menyukai menulis, membaca, dan juga traveling. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Ki Hajar Dewantara

Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.

— Ki Hajar Dewantara