Mahasiswa UB Ini Temukan Antioksidan dari Daun Cengkeh yang Mampu Bersaing dengan Antioksidan Sintesis

Mahasiswa UB Ini Temukan Antioksidan dari Daun Cengkeh yang Mampu Bersaing dengan Antioksidan Sintesis

Hasil destilasi minyak daun cengkeh metode steam destillation

Konsumsi minyak goreng sawit di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tentu banyak dari kita yang mengetahui bahwa terdapat bahan tambahan (antioksidan) sintetik pada hampir seluruh minyak goreng komersil yang dijual dipasaran. Namun, banyak dari kita tidak mengetahui efek samping dari antioksidan sintetik jika dikonsumsi secara berlebihan. Salah satu antioksidan sintetik yang ditambahkan pada minyak goreng adalah BHT (Butilated Hidroxy Toluena). Jika dikonsumsi secara berlebihan BHT dapat meningkatakan resiko pembesaran hati, tumor dan gangguan kesehatan lainnya.

Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya yang terdiri dari Fidyah Afiyata (THP/2014), Nestya Hariyoko (THP 2014), Zahwa Aisah (THP/2014), Rezita Anggi H.A (THP/2014) dan Sarah Devi Silvian (THP/2015) melakukan penelitian antioksidan alami dari daun cengkeh. Antioksidan alami yang diberi nama CLE – FOX ini memanfaatkan kandungan eugenol yang banyak ditemukan pada daun cengkeh kandungan eugenol dari minyak daun cengkeh dapat mencapai 70-80%. Selain tinggi kandungan eugenol, melimpahnya daun cengkeh di daerah Kabupaten Malang menjadikan 5 Mahasiswa ini memilih daun cengkeh sebagai objek penelitian. Analisa yang dilakukan meliputi uji Bilangan peroksida, Asam Lemak Bebas, Bilangan TBA, pH, uji stabilitas penyimpanan, aplikasi bidang pangan, dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan IC50. Hasilnya, antioksidan minyak daun cengkeh ini mampu menyamai aktivitas antioksidan sintesis seperti BHT yang banyak digunakan industri pengolahan minyak goreng. “Perlu adanya peningkatan nilai guna daun cengkeh melihat potensi kandungan senyawanya dan setelah dilakukan pengujian, ternyata antioksidan dari daun cengkeh lebih efektif menghambat kerusakan minyak goreng dibandingkan antioksidan sintetik BHT”, pungkas Fidyah. Mereka berharap antioksidan alami ini dapat meningkatkan kualitas minyak goreng Indonesia dan meningkatkan nilai guna daun cengkeh. “Pada era yang serba instan ini kita harus meningkatkan kesadaran untuk berpaling dari bahan sintesis menuju bahan yang berasal dari alam, contohnya penggunaan antioksidan” pungkas Nestya salah satu peneliti antioksidan dari daun cengkeh. “Kedepannya kami berharap, ada pelaku industri yang tertarik bekerja sama dengan kami untuk mengembangkan antioksidan alami dari minyak daun cengkeh” tutup sarah.

Pilih BanggaBangga78%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi22%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Dago Dahulu Kala Sebelummnya

Dago Dahulu Kala

Sistem Keuangan Syariah Indonesia Raih Peringkat 4 di Dunia. Ini Sebabnya Selanjutnya

Sistem Keuangan Syariah Indonesia Raih Peringkat 4 di Dunia. Ini Sebabnya

nestya hariyoko
@nestya1995

nestya hariyoko

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.