Lupa Sandi?

Platform Pemantau Seperti Serial 'Person of Interest' Ini Karya Indonesia, lho!

Bawono Yadika
Bawono Yadika
0 Komentar
Platform Pemantau Seperti Serial 'Person of Interest' Ini Karya Indonesia, lho!

Apa yang muncul dibenak kawan jika mendengar kata CCTV? Menyeramkan, diawasi, terpantau? Atau adakah kawan yang menonton atau mengetahui Person of Interest?

“Anda telah diawasi. Pemerintah mempunyai sistem rahasia: sebuah mesin yang memantau anda setiap jam dalam setiap harinya.” Begitulah narasi pembuka yang hadir dalam Person of Interest.

Person of interest ialah serial televisi Amerika yang disiarkan CBS sejak 2011 dan jika kawan pernah menonton pasti mengetahui bahwa ada mesin yang luar biasa cerdas bernama The Machine yang bisa mendeteksi jumlah orang dan objek lain yang tertangkap oleh CCTV yang tersebar di berbagai tempat. Mesin ini bahkan bisa mengungkapkan identitas setiap individu yang terekam didalamnya.

Bagaimana? Menarik bukan? Bagaimana jika kali ini startup kita yang menciptakan hal tersebut? Bukan bualan belaka, nyatanya putra-putra Indonesia berhasil menciptakannya.

Baca Juga

"Hanya tim yang kecil dengan mimpi besar dan teknologi yang canggih," begitulah kiranya tagline Nodeflux, sebuah platform analisis dan big data. Kabarnya, platform Nodeflux ini telah mendapat bantuan dari orang-orang yang berpengalaman di Yahoo. Siapa orang-orang hebat dibaliknya?

Logo Nodeflux (twitter.com/nodefluxio)
Logo Nodeflux (twitter.com/nodefluxio)

Mereka adalah Faris Rahman (Co-founder) dan Meidy Fitranto (CEO) yang keduanya merupakan lulusan ITB. Sama-sama lulusan Teknik Industri, Nodeflux didirikan pada tahun 2016 kemarin. Terbilang canggih, uniknya platform ini hadir dari seseorang yang tak pernah berkecimpung di perusahaan maupun startup teknologi.

“Saya sebelumnya bekerja di bidang energi (minyak dan gas bumi), sedangkan Faris di perusahaan konstruksi. Terkait membangun bisnis, saya justru pernah masuk dalam dunia kuliner dengan mendirikan restoran bernama Sushiboon bersama beberapa rekan ketika kuliah,” pungkas Meidy.

(kiri ke kanan): Faris  Rahman (CTO) dan Meidy Fitranto (CEO)
(kiri ke kanan): Faris Rahman (CTO) dan Meidy Fitranto (CEO)

Kabar baiknya, Nodeflux sudah bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghadirkan dashboard pemantau tingkat kepadatan penumpang di berbagai halte Transjakarta dengan memanfaatkan CCTV yang sudah ada di halte-halte tersebut.

Melihat tren big data yang terjadi, Faris dan Meidy lantas berupaya menciptakan sesuatu yang dampaknya sangat positif bagi masyarakat.

Berkolaborasi dengan Pemerintah DKI Jakarta dalam upaya untuk 'melek teknologi' (smartcity.jakarta.go.id)
Berkolaborasi dengan Pemerintah DKI Jakarta dalam upaya untuk 'melek teknologi' (smartcity.jakarta.go.id)

“Kami membayangkan solusi ini bisa mencegah angkutan umum yang berhenti sembarangan, masyarakat yang buang sampah sembarangan, hingga kendaraan yang masuk jalur bus Transjakarta.”

Atas kerjasamanya dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, saat ini mereka sudah berhasil menghitung jumlah orang yang berada di halte bus Transjakarta secara otomatis. Tak hanya itu, startup ini juga mampu menghadirkan solusi dalam hal menganalisis umur dan jenis kelamin seseorang, hingga objek berupa mobil dan sepeda motor yang terekam tersebut.

sumber: id.techinasia.com
sumber: id.techinasia.com

Hanya fokus pada pengembangan produk mereka pada tahun 2016, tahun ini tepatnya februari 2017 lalu, Faris dan Meidy akhirnya mengenalkan produk mereka kepada para calon konsumen. Tidak hanya pemanfaatan CCTV, mesin mereka pun mampu mengolah data dalam bentuk lain seperti teks dan suara.

“Produk utama kami adalah platform komputasi terdistribusi (distributed computation platform) yang bisa digunakan dalam skala besar. Platform ini seperti memberi “otak” ke berbagai perangkat elektronik, mulai dari CCTV, webcam, hingga smartphone,” tutur Meidy.

Pada platform ini digunakan pengolahan algoritme yang mana dibuat langsung oleh Nodeflux. Sedangkan cara platform ini untuk bisa mengenali objek-objek disekitar seperti manusia, mobil, serta motor, pun mereka melatihnya dengan teknologi yang disebut machine learning.


Sumber: diolah dari berbagai sumber

Pilih BanggaBangga70%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi20%
Pilih TerpukauTerpukau10%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG BAWONO YADIKA

Saya adalah mahasiswa Sastra Inggris 2013 Universitas Brawijaya. Sekarang saya berada di tahun terakhir dalam masa perkuliahan. Saya sangat menyukai menulis, membaca, dan juga traveling. ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
Andrea Hirata

Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia.

— Andrea Hirata