Menyusul kesuksesan ketiga kelas sebelumnya, Google kembali menyambut sejumlah startup pilihan Indonesia dalam Launchpad Accelerator kelas keempat pada Juli mendatang di Amerika Serikat.

Ketiga startup dari Indonesia tersebut yaitu Cicil, SIRCLO, dan NadiPOS. Cicil adalah startup yang memungkinan mahasiswa untuk membeli barang dengan metode cicilan, tanpa harus mempunyai kartu kredit. SIRCLO merupakan tool yang membantu pemilik bisnis membangun situs jual beli online. Baik Cicil dan SIRCLO telah mendapat investasi dari East Ventures.

https://www.cicil.co.id
https://www.cicil.co.id

Sementara itu, NadiPOS adalah platform Point of Sales dan manajemen yang memudahkan pemilik restoran dalam menjalankan operasional sehari-hari, serta melakukan analisis.

Selain dari Indonesia, Asia Tenggara diwakili oleh enam startup lain dari Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam.

Program Launchpad Accelerator dari Google berupa bimbingan dari tim Google, para pemimpin perusahaan teknologi dunia, serta Venture Capitalist di Sillicon Valley, Amerika Serikat. Selama program dua minggu di Sillicon Valey, para startup terpilih akan mendapatkan pelatihan teknis gratis, bimbingan individual, dan akses edukasi lainnnya.

SIRCLO. Foto: Sirclo.com
SIRCLO. Foto: Sirclo.com

Para partisipan akan juga menerima bantuan tanpa ekuitas, kredit untuk produk-produk Google, dan kesempatan bekerja sama dengan Google selama enam bulan di negara asal masing-masing untuk menyukseskan aplikasi dan startup mereka.

“Kali ini, startups dari Asia dan Amerika Selatan akan bertemu dengan para startups dari Afrika dan Eropa. Selain memperluas jangkauan peserta, kita juga memperluas jangkauan kurikulum,” kata Roy Glasberg, Global Lead, Launchpad Program & Accelerator.

https://www.nadipos.com
https://www.nadipos.com

“Kami akan membantu para startup untuk mengembangkan machine learning dan kecerdasan artifisial, memudahkan mereka mengembangkan aplikasi dan bisnisnya menggunakan teknologi terbaru dari google,” kata Roy.

Google berkomitmen untuk terus mengembangkan lebih banyak developer berbakat Indonesia dan membantu pemerintah Indonesia bersama-sama menjadikan Indonesia sebagai perekonomian digital terbesar di Asia Tenggara.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu