Perempuan Asal Jakarta Ini "Sulap" Limbah Kayu Jadi Produk Kreatif Bernilai

Perempuan Asal Jakarta Ini "Sulap" Limbah Kayu Jadi Produk Kreatif Bernilai

Rachel Febrina © Qlapa.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Jika bagi banyak orang, pembuangan adalah tempat terakhir untuk sampah, hal ini justru tidak dirasakan oleh Rachel dan Seto dari Umakayu. Dari tangan keduanya, lahirlah produk yang berasal dari sisa-sisa pengerjaan kayu furnitur.

Bekerja sebagai arsitek dan interior designer, Rachel Febrina kerap datang dan melihat pengerjaan produksi kayu di berbagai workshop. Dari sekian kali kunjungan, ada satu hal yang rasanya cukup mengganjal di hatinya. Tumpukan sisa hasil pengerjaan kayu. Teronggok dan hanya dibiarkan menumpuk menjadi sampah. Dalam benaknya, kumpulan sampah ini masih bisa menjadi hal lain yang berguna. “Rasanya sayang, nggak tega melihat kayu dibuang begitu aja,” ujar wanita kelahiran Jakarta, 8 Februari 1992 ini.

Pada akhir 2015, Rachel pun mendirikan Umakayu, sebuah brand yang berfokus untuk mendayagunakan sisa produksi kayu menjadi produk baru yang punya nilai lebih. Bersama rekannya, Seto Aji yang menangani produksi, berbagai produk seperti kalung, gelang, cincin, hingga home decor semisal tatakan gelas, lampu, dan pun tercipta. Sementara Rachel lebih banyak berkutat dengan marketing dan desain produksinya.

Produk karya Umakayu (Foto: Qlapa.com)
Produk karya Umakayu (Foto: Qlapa.com)

“Awalnya cuma jual ke teman-teman aja, di-share ke Facebook, dan Instagram. Terus akhirnya banyak yang kasih masukan untuk kita jual di marketplace, salah satunya Qlapa,” ucap wanita yang hobi bermusik ini.

Dengan desain yang apik. produk-produk buatan Umakayu pun terlihat cukup berkarakter. Dengan menggunakan material seperti kayu jati, mahoni, hingga pinus yang dikerjakan secara handmade, customer Umakayu biasanya adalah orang-orang yang menghargai seni kayu, penggemar aksesoris, hingga pengusaha bakery. Material yang ia dapatkan biasanya berasal dari sejumlah workshop yang sudah menjadi ‘langganannya’.

Namun mengembangkan bisnis yang berbasis sisa sampah ternyata juga ada hambatan tersendiri. Dan hal itu kerap kembali pada bahan baku produknya. “Kadang orang minta produk yang spesifik sama. Sulitnya di situ, karena kan bahannya dari sisa-sisa kayu yang mungkin berbeda,” ucapnya.

Ke depannya, Rachel berharap Umakayu bisa menjadi brand yang dikenal karena kearifan lokal, menghargai alam, dan minim sampah. “Kalau bisa sama sekali nggak membuat sampah, malah lebih bagus,” tutupnya.

Artikel ini hasil kerjasama GNFI dengan Qlapa.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang36%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau14%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Belajar dari Internet,  Pemuda Asal Jakarta Mampu Produksi Aksesoris Kreatif Sebelummnya

Belajar dari Internet, Pemuda Asal Jakarta Mampu Produksi Aksesoris Kreatif

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam Selanjutnya

Tren Sepekan: Warna Warni Durian hingga Kepunahan Pesut Mahakam

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.