International Invention and Innovation (INTARG) merupakan ajang bertemunya para ilmuan muda dari seluruh dunia. Agenda yang berlangsung pada 22 hingga 23 Juni 2017 ini, diadakan di Katowice, Polandia. Indonesia hadirkan dua tim di tingkat mahasiswa dan pelajar. Keduanya berhasil menyabet penghargaan.

Tim dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta mengangkat tema "BG-Trole (Blood Glucose control equipment): A Novel Equipment to Decrease the Glycemic Index on White Rice as New Innovation For Prevent the Increasing of Blood Glucose on Diabetes Mellitus Type 2 Patient". Studi ini berhasil mendulang emas di ajang bergengsi tersebut.

Tiga mahasiswa yang mewakili UII di INTARG. © ppipolandia.org
Tiga mahasiswa yang mewakili UII di INTARG. © ppipolandia.org

Hasil penelitian tim UII ini berguna untuk membantu pasien diabetes. Mereka membuat alat untuk menurunkan kadar glukosa dalam nasi, untuk menjaga agar kadar glukosa darah pasien tidak meningkat. Alat yang diberi nama BG-Trole ini, setelah diuji pada pasien diabetes, terbukti berhasil turunkan kadar glukosa pada nasi sehingga pasien yang dites tidak alami peningkatan glukosa darah.

Tak hanya emas, ilmuwan muda Indonesia lainnya hasilkan perunggu. Para siswa yang tergabung dalam tim SMA 3 Denpasar, Bali, pamerkan hasil penelitiannya berjudul "Nata De Coco Cellulose as a Calcium Binder From Egg Shell Waste in Imitation Bone Formation".

Selanjutnya di Persatuan Pelajar Indonesia di Polandia.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu