Lupa Sandi?

Hakteknas 2017, Kukuhkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Thomas Benmetan
Thomas Benmetan
0 Komentar
Hakteknas 2017, Kukuhkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Memasuki tahun yang ke-22, peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) tahun ini diadakan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan dengan puncak acara pada 10 Agustus 2017. Pemilihan Kota Makassar bukanlah sesuatu yang tanpa alasan, mengingat perayaan Hakteknas 2017 mengambil tema “Pembangunan Maritim Berbasis Pengetahuan.” Masih dengan semangat yang sama yakni menggelorakan inovasi dalam bidang teknologi.

Makassar, sebagai titik pusat (center point) dari wilayah Indonesia dipilih sebagai tempat penyelenggaraan segala rangkaian acara Hakteknas 2017  yang digawangi oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Republik Indonesia. Selain itu, kota ini merupakan salah satu kota yang menjadi poros maritim Indonesia yang sudah dikenal sejak dulu kala. Kita tentu ingat dengan kejayaan Kapal Pinisi, kapal layar asli Suku Bugis dan Makassar yang merupakan salah satu bukti dari ketangguhan dan kemampuan masyarakat Indonesia dalam menciptakan sesuatu yang istimewa.

Poster Hakteknas 2017 (ristekdikti.go.id)
Poster Hakteknas 2017 (ristekdikti.go.id)

Siapa yang tidak kagum, bahwa Kapal Pinisi adalah kapal yang terbuat dari kayu, dikerjakan dengan tangan – tangan manusia yang keahliannya diturunkan oleh nenek moyang dan satu keistimewaannya lagi, kapal ini tidaklah menggunakan paku besi untuk menyatukan bongkahan – bongkahan papan menjadi badan kapal. Kita tidak bisa menampik bahwa sebagai bangsa yang berjaya dalam dunia kemaritiman, nenek moyang kita telah mewariskan sebuah teknologi yang tidak ada bandingnya.

Semangat inilah yang dibawa dalam peringatan Hakteknas tahun 2017. Sesuai dengan visi yang digelorakan untuk membangun posisi Indonesia sebagai poros maritim dunia, Hakteknas ikut menjadi gaung dalam perwujudan mimpi tersebut.  Menristekdikti, Mohammad Nasir mengatakan ada 4 hal yang menjadi fokus pembangunan maritim di Indonesia.  "Pembangunan maritim di Indonesia itu difokuskan kepada empat hal, yaitu penguatan kedaulatan maritim, pengelolaan SDA secara mandiri dan berkelanjutan, pengembangan infrastruktur secara mandiri dan terpadu, serta pengembangan SDM, iptek, dan budaya maritim," katanya.

Launching Hakteknas ke-22 pada April 2017 lalu (detik.com)
Launching Hakteknas ke-22 pada April 2017 lalu (detik.com)

Kemenristekdikti dalam fokusnya pada bidang penelitian, teknologi dan inovasi pendidikan tinggi ikut menyuarakan lewat berbagai perihal kerja yang dilaksanakan selama bebrapa hari belakangan ini.  Dimulai sejak 8 Agustus 2017, dilakukan berbagai seminar dan workshop bertaraf internasional yang memacu para akademisi dari perguruan tinggi yang ada untuk meningkatkan daya saing dalam bidang riset dan teknologi untuk peningkatan kualitas dan memajukan saya saing perguruan – perguruan tinggi yang ada di Indonesia untuk naik ke level yang lebih tinggi, yakni level internasional. Selain seminar dan workshop, kunjungan ke perguruan tinggi dan pelaksanaan kuliah umum pun turut menjadi bagian dalam menyongsong acara puncak Hakteknas  yang akan ditandai dengan peluncuran Kapal Pelat Datar yang merupakan hasil karya anak bangsa dari Universitas Indonesia dan Universitas Hasanuddin.

Direncanakan bahwa dua tokoh bangsa yakni Presiden ke-3 Republik Indonesia B.J Habibie dan Presiden Republik Indonesia saat ini Joko Widodo akan turut hadir dan menjadi saksi dari peluncuran Kapal Pelat Datar tersebut. ada harapan besar tentunya, bahwa kedepan akan muncul anak – anak bangsa yang sukses menghasilkan inovasi – inovasi dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu mengangkat citra bangsa ini lebih kokoh dan lebih maju lagi, lebih menegaskan posisinya sebagai bangsa maritim yang punya andil besar bagi dunia luar. Karena di laut kita jaya!


*GNFI

Pilih BanggaBangga64%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang18%
Pilih Tak PeduliTak Peduli9%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi9%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Laporkan Artikel

Mengapa Ingin Melaporkan Artikel Ini?

TENTANG THOMAS BENMETAN

A Fulltime life-learner who lost himself into book, poem, Adventure, travelling, hiking, and social working. Graduated from Faculty of Communication Science, Petra Christian University. Currently pur ... Lihat Profil Lengkap

Ikuti
Next
BJ. Habibie

Tanpa cinta, kecerdasan itu berbahaya. Dan tanpa kecerdasan, cinta itu tidak cukup.

— BJ. Habibie