Putra mahkota Inggris Pangeran Charles mengapresiasi aksi dan kebijakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam mengelola sampah plastik. Kebijakan pengelolaan sampah plastik di Surabaya dinilai bisa jadi percontohan tingkat internasional.

Risma, panggilan akrab Tri Rismaharini, diundang ke Kerajaan Inggris untuk berbicara soal pengelolaan sampah plastik pada Launch New Plastic Economy Innovation Prize kerja sama antara lembaga International Sustainability Unit (ISU) dan Ellen MacArthur Foundation dan Eric and Wendy Schmitd Fund for Strategic Innovation.  Acara digelar di Saatchi Duke of York's HQ Kings Road, London pada Kamis, 18 Mei 2017.

Wali Kota Risma (Jilbab Merah) Bertemu Pangeran Charles. Foto: Irvan Widyanto/Detik
Wali Kota Risma (Jilbab Merah) Bertemu Pangeran Charles. Foto: Irvan Widyanto/Detik

Lembaga ISU di bawah naungan Yayasan Prince Charities pimpinan Pangeran Charles. New Plastic Economy Prize bertujuan memberikan penghargaan terhadap berbagai kalangan yang menunjukkan inisiatif dan kreativitas dalam melakukan upaya daur ulang dan pendayagunaan sampah plastik . 

Berselang dua bulan kemudian, Risma kembali hadir di Inggris dalam acara Simposium Internasional ke-9 PPI-Dunia dan Indonesian Scholars International Convention (ISIC) yang diadakan mahasiswa Indonesia di University of Warwick, Inggris.

Pada kesempatan tersebut, Risma berbagi kesan mengenai pertemuannya dengan Pangeran Charles beberapa waktu lalu.

Walikota Risma di depan Buckingham Palace, Inggris. Foto: Irvan Widyanto/Detik
Walikota Risma di depan Buckingham Palace, Inggris. Foto: Irvan Widyanto/Detik

"Saya diundang oleh Pangeran Charles dan mempresentasikan bagaimana Surabaya mengelola sampah plastik," ujar Risma, Senin siang 24 Juli 2017 waktu Inggris pada Antara.

"Ini bisa jadi contoh dunia," ujar Pangaren Charles kepada Risma yang diminta menyajikan apa yang dilakukannya selama ini dalam mengelola sampah.

Dalam pemaparan pada sesi pembangunan, Wali kota Surabaya itu menjelaskan tentang keberhasilannya dalam mengelola kota Surabaya menjadi lebih baik dan asri. Maka Surabaya yang selama ini dinilai sebagai kota yang panas dan semrawut menjadi kota yang nyaman.

Walikota Risma di London. Foto: Irvan Widyanto/Detik
Walikota Risma di London. Foto: Irvan Widyanto/Detik

Mengenai acara konferensi yang diadakan mahasiswa Indonesia dengan para wakil dari 50 negara di dunia itu, Risma sangat menghargai apa yang dilakukan oleh para mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di berbagai negara. 

“Bagus sekali acara yang dilengkapi dengan para pembicaranya yang beragam ada anggota DPR, pengusaha dan pemerintah”, ujar Risma sambil menambahkan bahwa pengalaman terus belajar menimba ilmu akan dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara seperti dilansir Berita Satu

Surabaya di bawah kepemimpinannya berhasil menjadi Kota Terbaik Se-Asia-Pasifik versi Citynet pada tahun 2012 dan meraih Penghargaan Kota Berkelanjutan ASEAN, Enviromentally Award 2012 serta Nominasi 10 wanita paling inspiratif 2013 versi Majalah Forbes pada tahun 2013.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu