Perempuan Indonesia Jadi Peraih Messenger of Peace Heroes Award 2017

Perempuan Indonesia Jadi Peraih Messenger of Peace Heroes Award 2017

Venny Indri Christianti (berkerudung) © istimewa

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Pada awal Desember yang lalu sebanyak 30 orang dari seluruh dunia berkumpul di World Scout Bureau Global Support di Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka menghadiri penghargaan bergengsi dibidang kerelawanan, Messenger of Peace Heroes. Dalam malam penghargaan tersebut, terpilih 10 penerima penghargaan dari berbagai negara dan wakil dari Indonesia termasuk di dalamnya.

Sebagaimana dilansir dalam laman resmi organisasi kepanduan dunia (WOSM) penghargaan yang dilakukan pada 3 Desember yang lalu tersebut menganugerahi Venny Indri Christiyanti sebagai salah satu penerima Messenger of Peace Heroes untuk tahun 2017. Venny merupakan koordinator nasional Messenger of Peace dari Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Indonesia.

Venny mengungkapkan pada GNFI beberapa waktu lalu bahwa dirinya tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan ini karena ia merasa tidak seberapa bila dibandingkan dengan prestasi sembilan penerima penghargaan lainnya. "Sangat kaget dan tidak pernah menyangka, karena menurut saya masih banyak yang lebih pantas menerima penghargaan. Mereka melakukan hal-hal hebat yang mungkin tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Saya benar-benar merasa seperti butiran debu," ujar alumnus Universitas Indonesia itu.

Ia pun menjelaskan bahwa penghargaan ini merupakan bagian dari apresiasi untuk para pembawa perdamaian atau Messenger of Peace yang dimulai sejak tahun 2011. Inisiasinya dilakukan oleh King Abdullah Bin Abdulaziz As-Saud yang merupakan raja ke-6 Arab Saudi dan Raja Carl XVI Gustaf dari Swedia bersama dengan World Organization of the Scout Movement (WOSM) sebagai pelaksana program. Sejak saat itu berbagai program Messenger of Peace berjalan dan pada tahun 2013 untuk pertama kalinya Messenger of Peace Heroes Award dilaksanakan.

"Penghargaan semacam ini muncul karena WOSM memandang perlunya merekognisi orang-orang yang telah melakukan aksi-aksi luar biasa untuk memperjuangkan perdamaian di komunitasnya secara sukarela. Sleain itu, program ini diadakan sebagai wadah untuk sharing successful story dengan harapan dapat menginsipirasi satu sama lain," kata Venny.

Venny saat menerima penghargaan MoP Heroes 2017 (Foto: World Scout / youtube.com)
Venny saat menerima penghargaan MoP Heroes 2017 (Foto: World Scout / youtube.com)

Penghargaan ini menurut Venny memang tidak dibuka secara umum. Namun dari sekian banyak penerima penghargaan atau para Heroes, mereka adalah orang-orang yang berkontribusi pada komunitas masing-masing dalam bidang apapun secara positif.

"Tahun ini terdapat 10 orang Awardees. Penerima penghargaan dari Kamerun, Kenya, Indonesia, Sudan, Kazakhstan, Ukraina, Meksiko, Rumania, Turki dan Peru. Ya, mereka semua berasal dari kalangan kepanduan dan sebagian besar adalah relawan/volunteer," jelasnya.

Saat ditanya mengapa dirinya bisa mendapatkan penghargaan ini, Venny tidak begitu mengerti mengapa dirinya yang terpilih sebab para penilai tidak terlalu terbuka. Tetapi ia menduga, dirinya terpilih karena dia telah beberapa kali dipercaya menjadi koordinator nasional Messenger of Peace Indonesia.

"Kemungkinan besar karena saya sudah 4 tahun berturut-turut dipercaya menjadi Koordinator Nasional Messenger of Peace Indonesia, sering membantu menyebarluaskan dan turut berpartisi aktif dalam aktivitas promosi program MoP baik di dalam dan di luar negeri," ungkap perempuan 26 tahun itu.

Bagi Venny, gerakan kepanduan merupakan hal yang penting karena setiap anggota gerakan kepanduan wajib mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Scout Promise and Law atau di Indonesia disebut dengan Trisatya dan Dasa Dharma. Ia menilai pramuka menjadi penting saat ini bagi generasi muda, tidak hanya di Indonesia.

"Hidup lebih terarah dan dapat memberikan contoh yang baik bagi teman-teman di luar kepanduan, utamanya di era globalisasi dan modernisasi seperti sekarang ini dimana remaja dan kaum muda cenderung mudah terpengaruh hal-hal negatif seperti narkoba, pergaulan bebas, kriminalitas," jelasnya.

Prestasi yang diraih Venny bisa menjadi contoh bagaimana generasi muda saat ini mampu untuk berkontribusi dan berkarya lewat dedikasi yang baik. Ia pun mengajak pemuda-pemudi di Indonesia untuk berkarya meski tidak melalui Pramuka. Namun menurutnya Gerakan Pramuka bisa menjadi satu wadah pembentukan dan pembangunan karakter generasi muda.

"Berkarya tidak harus dengan sesuatu yang besar, mulailah dari yang kecil mulailah dari diri sendiri. Karena tidak menutup kemungkinan bahwa satu kebaikan yang kita tanam akan dapat bermanfaat bagi umat manusia di kemudian hari," pesan Venny.

Venny sendiri bukan orang pertama dari Indonesia yang pernah meraih Messenger of Peace Heroes Award. Ia menjadi orang ketiga di Indonesia yang pernah meraih penghargaan ini. Sebelumnya telah ada Mita Yuniarti yang menerima penghargaan di tahun 2013 dan Jaenal Mutakin yang menerima penghargaan serupa di tahun 2016.

Organisasi kepanduan saat ini sendiri dianggap sebagai organisasi kepemudaan terbesar di dunia di bawah payung World Organization of The Scout Movement. Sampai saat ini telah terdapat 216 negara yang terdaftar dan memiliki lebih dari 40 juta partisipan. Indonesia lewat Pramuka dalam data yang dimiliki WOMS tahun 2012 disebutkan bahwa Pramuka memiliki anggota sebanyak 20 juta partisipan dan menjadi yang terbesar di dunia.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga87%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang13%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
3 mahasiswa Universitas Brawijaya Raih gelar Seoul Internasional Invention Fair (SIIF) Sebelummnya

3 mahasiswa Universitas Brawijaya Raih gelar Seoul Internasional Invention Fair (SIIF)

Sejarah Hari Ini (11 Juli 1977) - Pasar Seni Ancol, Lapak Seniman Memamerkan Karya Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (11 Juli 1977) - Pasar Seni Ancol, Lapak Seniman Memamerkan Karya

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.