Selamat! Indonesia Ketambahan Satu Kapal Perang Baru

Selamat! Indonesia Ketambahan Satu Kapal Perang Baru
info gambar utama

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto secara resmi meresmikan kapal I Gusti Ngurah Rai-332, Rabu (10/1). Panglima TNI Hadi ditemani Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi pada saat meresmikan KRI I Gusti Ngurahrai. Selain itu Menteri Perikanan dan Kelautan Pudjiastuti, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi MAP, Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Gubernur Bali I Made Mangku Pastika serta sejumlah pejabat di lingkungan Provinsi Bali juga datang dalam peresmian KRI I Gusti Ngurah Rai-332.

KRI I Gusti Ngurah Rai-332 adalah kapal perusak kawal rudal (PKR) 10514 hasil kerja sama PT PAL Indonesia dengan perusahaan kapal Belanda, Damen Schelde Naval Ship Building (DSNS). KRI I Gusti Ngurah Rai-332 mampu mengangkut 120 kru dengan kecepatan 28 knots.

Penambahan kapal perang Indonesia dirasa dibutuhkan oleh TNI Angkatan Laut 9AL) untuk terus memperkuat armada pertahanan kelautan RI.

Kapal jenis Sigma 10514 ini memiliki spesifikasi panjang 105,11 meter, lebar 14,02 meter, draft termasuk sonar 5,73 meter, dengan bobot penuh 3.216 ton dan dapat melaju hingga kecepatan 28 knot.

"Kapal perusak kawal rudal ini memiliki kemampuan untuk perang empat matra sekaligus, perang permukaan sesama kapal perang, perang bawah air melawan kapal selam, perang udara dengan pesawat tempur, dan perang elektronika, sekaligus memiliki kemampuan membajak sistem persenjataan dan kendali dari kapal perang musuh," tutur Hadi

Adapun persenjataan yang dimiliki oleh KRl l Gusti Ngurai Rai-332 antara lain meriam utama OTO Melara 76/62 mm super rapid gun, rudal SSM Exocet MM4O Block 3 yang jarak jangkaunya bisa sampai sejauh 180-200 kmf dan juga memiliki rudal SAM antiserangan udara Mica yang dirancang bisa dioperasikan dalam waktu singkat di segala cuaca, serta memiliki jarak jangkauan 20-25 kilometer dan dilengkapi dengan Terma SKWS Decoy Launching System, torpedo AKS A-244S yang merupakan torpedo jenis ringan berpandu. Torpedo ini memiliki kemampuan khusus untuk mengincar sasaran di perairan laut dangkal.

Diberi Nama Pahlawan Nasional

Kapal perang ini diberi nama I Gusti Ngurah Rai agar membangkitkan semangan nasionalisme prajurit. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa I Gusti Ngurah Rai adalah seorang pahlawan nasional yang gugur melawan penjajah Belanda di Bali. Beliau gugur dalam pertempurannya pada tanggal 20 November 1946. Perang ini dikenal dengan perang puputan atau perang habis-habisan. Saat ini sering disebut perang puputan Margarana karena peristiwa tersebut terjadi di Desa Marga, Tabanan, Bali.

I Gusti Ngurah Rai memiliki pasukan bernama Ciung Wanara. Tidak kurang dari 1.372 pejuang tewas dalam pertempuran tersebut. Karena itu, dalam pengukuhan KRI I Gusti Ngurah Rai juga ditampilkan drama mengenai kisah perjuangan I Gusti Ngurah Rai.


Sumber: kompas.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini