Inilah Pola Belanja Online ala Orang Indonesia

Inilah Pola Belanja Online ala Orang Indonesia
info gambar utama

Kehadiran dan perkembangan teknologi dapat mengubah pola hidup masyarakat. Mulai dari kehadiran sosial media yang mengubah tatanan sosial budaya hingga kehadiran toko online yang mengubah cara berbelanja.

Perubahan tatanan gaya hidup masyarakat ini merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan. Jika beberapa tahun lalu kita harus bangun pagi-pagi untuk datang ke pasar tradisional membeli barang-barang sembako, sekarang dengan menyentuh layar kaca, kita bisa mendapatkan barang belanjaan yang diantar langsung ke rumah.

Pola belanja masyarakat pun semakin unik berkat hadirnya toko online. Hadirnya marketplace dan e-commerce memungkinkan masyarakat untuk belanja kapan saja dan di mana saja. Perkembangan teknologi yang menjelma dalam sebuah smartphone juga turut memudahkan orang untuk belanja.

Baru-baru ini iPrice melakukan riset yang melibatkan 1000 e-commerce di Asia Tenggara untuk melihat pola belanja konsumen online di enam negara, seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, dan Filipina.

Hasil dari riset tersebut ternyata cukup mengejutkan, sekaligus sangat menarik untuk disimak. Berikut ini adalah summary-nya.

Orang Indonesia Suka Mengunjungi Situs Toko Online Lewat Mobile

Hadirnya smartphone memang memungkinkan orang dapat browsing apa saja kapan pun pengguna mau. Termasuk saat sedang browsing barang atau produk di situs toko online. Data riset menunjukkan bahwa trafik dari mobile meningkat 19% selama periode Juni 2016 hingga Juli 2017. Indonesia menjadi negara dengan pangsa trafik mobile tertinggi yakni sebesar 87% total trafik. Hal ini menunjukkan bahwa orang Indonesia memang lebih suka mengunjungi situs jual beli online melalui layar smartphone.

Browsing Lewat Smartphone, Belanja Lewat Desktop

Meski trafik dari mobile begitu banyak, namun orang Indonesia masih lebih nyaman melakukan transaksi/belanja lewat desktop alias layar komputer. Hal ini bisa dilihat dari nilai conversion rate pengunjung dari mobile dan dari desktop. Data menunjukkan nilai conversion rate dari desktop rata-rata lebih tinggi 70% dibandingkan dari mobile.

Orang Indonesia Suka Belanja Saat Jam Kerja

Temuan lain yang tidak kalah menarik adalah waktu yang paling sering digunakan konsumen online Indonesia dalam berbelanja adalah di pukul 11 pagi, yakni saat orang-orang umumnya berada di kantor atau sekolah.

Dari grafik tersebut menunjukkan transaksi tertinggi terjadi di antara pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore. Waktu tersebut umumnya terjadi saat orang-orang berada di kantor atau di sekolah. Kecuali konsumen Singapura yang terlihat lebih nyaman berbelanja online di malam hari, dengan waktu puncak transaksi pada pukul 10 malam.

Menariknya, terdapat penurunan transaksi online di antara pukul 5 sore hingga 7 malam di semua negara. Waktu ini juga secara umum orang-orang sedang dalam perjalanan pulang atau makan malam, sebelum akhirnya kembali menjelajahi toko online hingga pukul 11 petang.

Rabu Merupakan Hari Favorit Orang Berbelanja Online

Selain waktu belanja online dalam rentang harian, riset iPrice juga menghitung jumlah transaksi dalam rentang mingguan. Data menunjukkan bahwa hari Rabu merupakan puncak conversion rate tertinggi dalam seminggu. Malah di akhir pekan, konsumen cenderung emoh berbelanja online melihat dari nilai conversion rate yang menurun menjelang hari Sabtu.

Orang Indonesia Masih Senang Bayar Lewat Bank Transfer

Pola pembayaran juga dibahas dalam riset ini. Data menunjukkan metode bank transfer masih yang paling populer di Indonesia dibandingkan metode pembayaran lain. Hal ini bisa dimaklumi mengingat penetrasi kartu kredit di Indonesia masih sangat rendah di Asia Tenggara, yakni sekitar 1,6% di tahun 2015 (Data Codapay).

Semoga riset ini dapat memberikan sedikit pencerahan terhadap perilaku konsumen online Indonesia yang dapat memberikan inspirasi para pemangku kepentingan untuk menjalankan strategi yang berguna bagi masyarakat Indonesia.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini