Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi baru saja melakukan kunjungan kenegaraan ke Lebanon pada 25-26 Februari 2018 lalu. Sejalan dengan kunjungan Menteri Retno ke Lebanon, hal ini juga memperlihatkan bagaimana komitmen Indonesai bagi perdamaian dunia, khususnya perdamaian yang ada di Lebanon.

“Kunjungan Menlu ini adalah wujud apresiasi Beliau terhadap pasukan perdamaian kita, yang bertugas untuk misi United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL). Pasukan perdamaian Indonesia untuk UNIFIL adalah yang terbesar dari total 2.700 pasukan perdamaian Indonesia yang dikirim untuk  9 misi perdamaian PBB,” kata Grata Endah Wedaningtyas, Direktur keamanan internasional dan pelucutan senjata seperti yang dilansir dari Tempo.co

Selama kunjungan di sana Menteri Retno melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Lebanon Gebran Bassil. Selain itu ia juga mengunjungi martitime task force UNIFIL di Ibukota Beriut dan melakukan diskusi dengan personel militer Indonesia, serta melakukan inspeksi kelengkapan kapal.

Kawan GNFI, ternyata, Indonesia adalah satu dari lima negara yang menyumbangkan kapal untuk maritime task force, lho. Negara lainnya adalah Bangladesh, Jerman, dan Turki.

Sebanyak 60 persen peralatan yang dipergunakan oleh pasukan perdamaian Indonesia di produksi oleh anak Indonesia, di UNIFIL. Sekarang Indonesia bahkan telah masuk ke dalam sepuluh besar negara pengirim pasukan perdamaian PBB, dengan pasukan sebanyak 1.290 orang di UNIFIL.

Indonesia juga mengirimkan personel perempuan dari kontingen Garuda Prajurit penjaga pedamaian TNI.

Dari 41 negara yang berkontribusi kepada UNIFIL, kontingen Garuda saat ini merupakan pasukan terbesar, diikuti Italia 1.007 personel dan India 899 personel. Di bawah program Civil Military Coordination (CIMIC), kontingen Garuda secara rutin melakukan kegiatan seperti kegiatan budaya, pemberian pelayanan kesehatan, sosialisasi ke sekolah mengenai Indonesia dan UNIFIL, pemberian bantuan buku dan bahan ajar, kerja bakti membersihkan desa dan fasilitas umum desa, serta memberi pelatihan kepada polisi setempat.

Kontingen Garuda juga melakukan kunjungan ke rumah-rumah penduduk jika mereka membutuhkan pelayanan kesehatan di luar waktu operasional medical camp. Berbagai pelayanan masyarakat seperti ini telah membuat peacekeepers Indonesia sangat dekat dengan masyarakat setempat.


Sumber: Tempo.co

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu