Hari Tanpa Bayangan, Fenomena Alam Unik Dialami Negara Tropis Seperti Indonesia

Hari Tanpa Bayangan, Fenomena Alam Unik Dialami Negara Tropis Seperti Indonesia

© Aaina Sharma / unsplash.com

Indonesia sebagai salah satu negara yang berada di garis ekuator bumi kerap mengalami fenomena alam yang unik. Salah satunya adalah fenomena yang akan terjadi apda 21 Maret mendatang yakni peristiwa Hari Tanpa Bayangan. Peristiwa saat matahari tepat berada di atas Indonesia ini akan terjadi dua kali pada satu tahun, peristiwa berikutnya akan terjadi pada 23 September 2018.

Sebagaimana diberitakan liputan6.com (14/3) fenomena ini akan mengakibatkan sebuah objek memiliki bayangan yang tepat berada di bawah objek sehingga disebut nir-bayangan atau Hari Tanpa Bayangan. "Periswita ini terjadi karena Bumi beredar mengitari Matahari pada jarak 150 juta kilometer dengan periode sektiar 365 hari. Garis edar Bumi berbentuk agak lonjong, sehingga Bumi kadang bergerak lebih cepat dan kadang bergerak lebih lambat, ujar Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Jasyanto.

Bidang edar Bumi yang disebut bidang ekliptika memiliki kemiringan 23,4 derajat pada garis terluar Bumi di ekuator. Sehingga Matahari akan tampak di atas belahan bagian utara selama setengah tahun dan berada di belahan Bumi selatan selama setengah tahun. Perubahan posisi Matahari ini kemudian menyebabkan perubahan musim di Bumi. Seperti empat musim yang terjadi di daerah subtropis dan musim kering-basah di wilayah tropis seperti Indonesia.

Sementara pada 20 Maret 208 pukul 23.14 WIB, matahari diperkirakna akan tepat berada di atas ekuator. Peristiwa ini dikenal sebagai vernal equinox (vernus=musim semi, equus=sama, noct=malam) yang membuat durasi siang dan malam di seluruh dunia akan sama yakni 12 jam.

Namun meski waktu durasi siang dan malam seluruh dunia sama, hanya wilayah tropis saja yang akan mengalami fenomena hari tanpa bayangan. Seperti kota Pontianak yang berada di garis ekuator. Matahari pada tanggal tersebut akan tepat berada di atas kepala saat terjadinya vernal equinox. Fenomena ini akan menyebabkan sebuah tugu akan tampak tidak memiliki bayangan.

Pada tanggal 21 Maret 2018, matahari akan mencapai titik puncak atau kulminasi pada sekitar pukul 11.50 WIB. Selanjutnya matahari akan bergeser perlahan hingga terbenam di ufuk barat sekitar enam jam kemudian. Fenomena yang hari tanpa bayangan yang sama juga akan terjadi pada 23 September 2018.

Uniknya, untuk menyambut peristiwa alam ini, Kota Pontianak mengadakan Festival hari Nir-Bayangan. Dalam festival tersebut LAPAN akan menyajikan berbagai informasi mengenai keantariksaan, pameran sains, dan pertunjukan planetarium. Festival ini akan berlangsung mulai 21 Maret hingga 23 Maret 2018.

Pilih BanggaBangga32%
Pilih SedihSedih2%
Pilih SenangSenang18%
Pilih Tak PeduliTak Peduli5%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi16%
Pilih TerpukauTerpukau27%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kuota Beasiswa Perguruan Tinggi di Indonesia Tahun 2018 Ditingkatkan Sebelummnya

Kuota Beasiswa Perguruan Tinggi di Indonesia Tahun 2018 Ditingkatkan

Taman Lumut, Koleksi Unggulan Kebun Raya Cibodas Selanjutnya

Taman Lumut, Koleksi Unggulan Kebun Raya Cibodas

1 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.