Potensi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia terus dieksplorasi. Salah satunya adalah sumber energi dari arus laut yang banyak tersedia di Indonesia. Indonesia yang merupakan negara kepulauan dinilai memiliki banyak selat yang bisa menghasilkan energi alternatif. 
 

Sebagaimana dikutip dari detikFinance, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki banyak selat yang jaraknya sempit. Sehingga memiliki arus laut yang potensial untuk dikembangkan sebagai sumber energi layaknya Selat Larantuka. "Katanya arusnya merupakan yang terkuat di dunia dan kita masih mempunyai selat-selat lainnya yang masih kita identifikasikan yang layak untuk dikembangkan," ujarnya.

Larantuka, Nusa Tenggara sendiri dinilai sebagai lokasi dengan arus laut yang memilik potensi energi hingga mencapai 20 Megawatt (MW). Bila pembangunan pembangkit hasil kerjasama antara PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) dengan perusahaan asal Belanda Tidal Wave BV di tempat ini berhasil dilakukan, maka diklaim akan menjadi pembangkit listrik tenaga arus laut (PLTAL) terbesar di dunia

Sedangkan teknologi pemanfaatan arus laut di tempat lain masih dikembangkan dengan bekerja sama dengan perusahaan pengembang potensial seperti Naval Energies asal Perancis. Naval Energies selama ini berhasil mengembangkan energi arus laut dengan teknologi turbin yang mampu menghasilkan energi sebesar 2 MW. Teknologi tersebut menggunakan air laut sebagai pelumas yang memutar generator. Teknologi ini dinilai memiliki keunggulan dalam hal efisiensi biaya pemeliharaan dan operasional bila dibandingkan dengan teknologi berbasis propeller. 

Sementara, Kementerian ESDM telah melakukan beberapa studi terkait lokasi potensial. Beberapa wilayah yang dinilai cukup berpotensi untuk dijadikan tempat pembangunan PLTAL beberapa diantaranya Selat Lombok, Selat Alas, Selat Nusa Penida, dan Selat Pantar. Lokasi-lokasi tersebut memiliki kecepatan arus mencapai 3,4 meter per detik sehingga bisa digunakan untuk pembangkit tenaga arus laut. 

Nilai ekonomi dari energi arust laut sendiri diprediksi mampu mencapai angka US$ 3,9 milyar pada tahun 2025 berdasarkan riset yang dilakukan Grand View Research. Sayangnya, dalam kajian tersebut Indonesia belum termasuk dalam daftar negara-negara yang memiliki potensi untuk memanfaatkan energi arus laut. Beberapa negara yang berpotensi itu adalah Inggris, Irlandia, Swedia, Portugal, Thailand, India, Jepang, Tiongkok, Kanada, and Amerika Serikat. 

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu