8 Fakta Menarik Komodo

8 Fakta Menarik Komodo

Komodo Dragon © Sumber: Time Travel Turtle

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sebelum berkunjung ke pulau yang dinobatkan menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia di sisi timur Indonesia ini, anda harus mengenal lebih dulu penghuni Pulau yang dikenal dengan Pulau Komodo ini.

Tentu saja Pulau Komodo tidak dinamai Pulau Komodo tanpa sebab. Jelas sekali karena pulau ini merupakan habitat asli, dimana komodo berkembang biak dan hidup dengan baik disini.

Terdapat kurang lebih 1300 ekor komodo di Pulau Komodo, belum lagi di Pulau Rinca dan Gili Motang yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo jumlahnya keseluruhan mencapai 2500 ekor.

Berikut fakta-fakta yang perlu anda ketahui mengenai penghuni asli Pulau Komodo yang memiliki kulit bersisik tebal dan mematikan ini:

1. Berumur Panjang

Komodo dapat hidup selama 40 hingga 50 tahun. Titik kuning di sekitar mata komodo menandakan seberapa tua komodo tersebut. Semakin banyak titik kuning yang dimiliki, berarti semakin muda pulalah komodo tersebut.

2. Pelari cepat

Komodo dapat berlari hingga 18 hingga 20 km per jam, atau setara dengan kecepatan rata-rata lari manusia. Kelebihan inilah kunci kesuksesan mereka dalam berburu makanan.

Sumber: Pinterest
Sumber: Pinterest

3. Senang berjemur

Reptil berdarah dingin ini senang berjemur guna membantu mereka dalam mencerna makanan. Hal ini membuat pagi hari menjadi waktu paling tepat untuk melihat kawanan Komodo saat mereka berjemur di bawah paparan sinar matahari.

4. Perenang handal

Selain kecakapannya dalam berlari, Komodo juga terkenal dengan kemampuannya berenang hingga sejauh 300 m. Hal inilah yang menunjang kebutuhan mereka untuk berenang menyeberangi laut ke pulau tetangga.

Sumber: nikkokarki.com
Sumber: nikkokarki.com

5. Menanti-nantikan musim kawin

Saat berumur enam hingga tujuh tahun, Komodo betina telah siap untuk berkembang biak. Di lain sisi, Komodo jantan baru akan siap untuk berkembang biak di umur sembilan hingga sepuluh tahun. Musim kawin biasanya terjadi di antara bulan Juni dan Juli setiap tahunnya. Jadi jika anda berkunjung di antara periode ini, mungkin anda akan menyaksikan Komodo jantan bertarung untuk memperebutkan Komodo betina.

During this time - which is the komodo dragon mating season – the large dominant males will fight each other intensely over females and territory | Komodo Travel and Transportation

Di waktu ini - saat musim kawin - Komodo jantan besar akan bertarung demi Komodo betina dan teritorial | Sumber: Komodo Travel and Transportation

6. Hewan Ovovivipar

Saat seekor Komodo bertelur, ia akan menjaga telur-telur tersebut hingga dua bulan. Seekor Komodo dapat mengeluarkan 20 telur pada satu waktu.

7. Tinggal di pohon

Setelah proses penetasan, bayi Komodo akan tinggal di atas pohon untuk menghindari predator seperti babi hutan liar, monyet, dan Komodo lainnya. Saat berada di atas pohon, bayi Komodo mengkonsumsi kadal, burung, atau tikus.

8. Berbisa

Baru-baru ini anggapan bahwa Komodo memiliki bakteri mematikan di liurnya, yang membunuh mangsanya telah dipatahkan dengan penemuan penelitian yang menunjukkan bahwa Komodo membunuh mangsanya dengan bisa, dan justru liurnya hanya terdiri dari beberapa bakteri saja.


Sumber: Seasia.co

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga56%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang15%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi3%
Pilih TerpukauTerpukau26%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Robot Dari Sampah? Sebelummnya

Robot Dari Sampah?

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan Selanjutnya

Pohon Pengantin Salatiga, Pohon Kesepian Penyatu Dua Insan

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.