Kalahkan 2.100 Peserta, MINO UGM Jadi yang Terbaik dalam Ideas for Action 2018

Kalahkan 2.100 Peserta, MINO UGM Jadi yang Terbaik dalam Ideas for Action 2018

Tim MINO UGM ©mediaindonesia.com

Setelah mencatatkan diri sebagai juara dunia dalam lomba inovasi ketahanan pangan pada 2017 silam, Tim MINO asal Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta kembali mencetak penghargaan kelas dunia. Kali ini, penghargaan datang dari sebuah kompetisi tingkat dunia bertajuk Ideas for Action 2018. MINO berhasil menjadi yang terbaik diantara seluruh peserta yang datang dari berbagai belahan dunia.

MINO Microbuble Generator adalah sebuah teknologi yang dikembangkan untuk mendorong produksi budidaya ikan. Teknologi ini mampu meningkatkan jumlah oksigen terlarut dalam air, sehingga pertumbuhan ikan bisa dipercepat. Dengan demikian, masa panen ikan menjadi lebih singkat dan panjang serta berat ikan meningkat sekitar 30 persen. MINO digagas oleh tiga orang mahasiswa UGM yakni Muhammad Nabil Satria Faradis, Fajar Sidik Abdullah dan Untari Febrian Ramadhani. Untari berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, sedangkan dua rekannya berasal dari Fakultas Teknik Mesin.

(ideas4action.com)
(ideas4action.org)

Seperti yang diketahui, Ideas for Action adalah sebuah program gabungan dari World Bank Group dan The Zicklin Centre for Business Ethics Research di Wharton School, Amerika Serikat. Setiap tahun, Ideas for Action dilaksanakan sebagai sarana bagi para peneliti dan pemimpin muda yang memiliki keseriusan terhadap perkembangan dunia di masa depan. Dalam hal ini, Ideas for Action menjadi medium elaborasi bagi anak – anak muda untuk mendemonstrasikan hasil inovasi dan yang berperan langsung dalam pengembangan masyarakat dn perubahan dunia kedepannya.

Diantara ribuan peserta yang ada, MINO berhasil memuncaki daftar tertinggi dalam “14 Innovations to Help Solve the World’s Toughest Problems” yang dilansir dari kompetisi tersebut. MINO dpercaya sebagai inovasi yang mumpuni dalam membantu para petani ikan dalam meningkatkan hasil panen ikan. Bersanding dengan MINO adalah pemenang dari Rwanda, Amerika Serikat sebagai tiga besar, diikuti dengan para runner up dan pemenang honorable mentions.

Tim MINO ketika mempresentasikan hasil karya mereka pada kompetisi YSEALI di Kamboja, beberapa waktu yang lalu (ristekdikti.go.id)
Tim MINO ketika mempresentasikan hasil karya mereka pada kompetisi YSEALI di Kamboja, beberapa waktu yang lalu (ristekdikti.go.id)

Seiring dengan kemenangan yang diperoleh, Tim MINO akan turut hadir dalam Konferensi IMF yang akan berlangsung di Bali, Oktober mendatang. pencapaian ini tentunya menjadi sebuah pemacu semangat bagi anak – anak bangsa yang lain untuk terus berkarya, menjaring prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Selamat, MINO!


Sumber: ideas4action.org

Pilih BanggaBangga38%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi23%
Pilih TerpukauTerpukau38%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

7 Hal Yang Tidak Boleh Dilewatkan Saat Berwisata ke Ubud Bali Sebelummnya

7 Hal Yang Tidak Boleh Dilewatkan Saat Berwisata ke Ubud Bali

Yogyakarta Gamelan Festival 2019 "New Gamelan" Siap Digelar Selanjutnya

Yogyakarta Gamelan Festival 2019 "New Gamelan" Siap Digelar

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.