CS-LS (coconut shell liquid smoke) Ciptakan terobosan baru, Bahan pengawet alternatif formalin dari batok kelapa

CS-LS (coconut shell liquid smoke) Ciptakan terobosan baru, Bahan pengawet alternatif formalin dari batok kelapa

tim pencipta asap cair dari batok kelapa. Foto: Nanjaya Cipta

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Bahan pangan seperti ikan merupakan bahan pangan yang mengandung kadar air yang tinggi sehingga mudah mengalami kemunduran mutu akibat mikroorganisme. Penambahan formalin (dengan nama kimia Formaldehid) secara efektif dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme namun penggunaannya tidak diperbolehkan. Selama ini mayoritas orang sering menggunakan formalin sebagai penghambat bakteri pada makanan, terlepas karena ketidaktahuan akan bahana formalin atau karena ingin meraup untung yang sebesar-besarnya.

Berangkat dari permasalahan tersebut, 3 mahasiswa yang terdiri dari Dysa Nurrachma, chusnul liyah dan mahbubur rahman yang dibimbing oleh Dr. Ir. Hartati Kartikaningsih M. Si mencoba mencari terobosan baru sebagai alternative bahan pengawet formalin yaitu dengan menciptakan asap cair dari batok kelapa. Memang telah ada metode pengasapan dengan cara meletakkan ikan di atas kayu yang asapkan. namun menurut Dysa sebagai ketua tim tersebut memaparkan bahwa metode tersebut kurang efektif dan berpotensi menumbuhkan bakteri dari cemaran udara. Asap cair tersebut mereka namakan coconut shell liquid smoke (CS-LS). Nilai rendemen Coconut shell liquid smoke (CS-LS) grade 3 sebesar 11,76%, dan grade 2 sebesar 11%, grade 1 sebesar 11,37 dengan rata – rata efisiensi destilator sebesar 93,34%.

CS-LS (coconut shell liquid smoke)

Pengaplikasian pada bahan pangan khususnya pada hasil perikanan merupakan parameter yang penting sebagai penentu kualitas dari Coconut shell liquid smoke (CS-LS) sebagai bahan pengawet pengganti formalin yang aman untuk digunakan. Pada pengaplikasiannya menggunakan 4 sampel uji berupa ikan kembung segar ukuran 250 – 300 gram bentukan whole dan fillet, udang Vannamei kecil ukuran konsumsi bentukan whole dan butterfly. Pemilihan penggunaan konsentrasi 7,5% dan 10% karena pada konsentrasi tersebut Coconut shell liquid smoke (CS-LS) sudah mulai dapat membentuk zona hambat. Hasil penelitian pada konsentrasi Coconut shell liquid smoke (CS-LS ) sebesar 7,5% dan 10 %, diaplikasikan pada ikan, dan udang bentukan whole dapat bertahan selama 2 hari, sedangkan bentukan fillet dan butterfly dapat bertahan selama 3 hari pada suhu ruang, masa simpan dapat diperpanjang dengan penyimpanan pada suhu rendah. Dibandingkan dengan penggunaan ikan berformalin bisa bertahan hingga 3-4 hari pada suhu ruang.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau25%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Eksplorasi Keragaman Burung di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Sebelummnya

Eksplorasi Keragaman Burung di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Bersama TNI Gerakan #IkutBantu Lawan Covid-19 Lakukan Penyemprotan Desinfektan Selanjutnya

Bersama TNI Gerakan #IkutBantu Lawan Covid-19 Lakukan Penyemprotan Desinfektan

Nanjaya Cipta
@nanjaya_cipta

Nanjaya Cipta

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.