Karya Anak Bangsa Borong Nominasi di The Cannes of Fashion Film

Karya Anak Bangsa Borong Nominasi di The Cannes of Fashion Film

La Jolla International Fashion Film Festival © Sumber: Backstage Tale

Kabar gembira diberitakan langsung oleh Konsulat Jendral Republik Indonesia di Los Angeles, Amerika Serikat. Kabar tersebut berisi tentang pencapaian karya anak bangsa, dalam bentuk fashion film. Karya tersebut merupakan karya dari Karina Soerbakti, berjudul Uis Nipes.

Uis Nipes berhasil masuk bukan hanya satu, dua, atau tiga melainkan empat nominasi dari total keseluruhan 19 nominasi dalam ajang La Jolla International Fashion Film Festival, sebuah festival fashion film pertama yang didirikan di Amerika Utara. Disebut-sebut sebagai Cannes versi fashion film. Tahun ini akan digelar pada tanggal 19-21 Juli mendatang.

KJRI Los Angeles membagikan langsung kabar tersebut melalui akun resmi facebook milik KJRI Los Angeles.

Aditya Rangga Pratama selaku pengarah fotografi melalui akun Youtube-nya menjelaskan bahwa kain uis nipes berasal dari suku etnis Karo di Sumatra Utara.

"Selain sebagai sebagai pakaian budaya formal, (uis nipes) juga digunakan sebagai pakaian sehari-hari," tulisnya.

Contoh uis nipes | Sumber: deskgram
Contoh uis nipes | Sumber: deskgram

Sedangkan Karina Soerbakti sendiri memiliki peran penting dalam film ini sebagai produser eksekutif, pengarah gaya, juga talent untuk film ini.

Diakui oleh Karina, pembuatan film ini adalah caranya untuk kembali terhubung dengan akar budayanya sebagai orang Karo. Ia mengaku memiliki hubungan emosional dengan Tanah Karo dari ayahnya, GT Soerbakti yang semasa kecilnya tumbuh di daerah itu.

Tidak hanya itu, ia juga merasa berperan untuk memperkenalkan suku Karo dan kebudayaannya ke seluruh dunia.

"Saya merasa di Indonesia belum banyak orang yang tahu tentang kami, Suku Karo. Jadi saya merasa itu adalah tugas saya untuk memperkenalkan budaya Karo ke seluruh dunia," katanya.

Dalam film ini, kata Karina, ia berusaha menunjukkan bagaimana uis nipes yang merupakan pakaian tradisional, bisa juga diaplikasikan untuk cutting edge street wear dan bahkan couture alias adibusana.


Sumber: Tribun Medan

Pilih BanggaBangga83%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang17%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Indonesia Bakal Miliki Bandara Low Lost Carrier Terminal (LCCT) Sebelummnya

Indonesia Bakal Miliki Bandara Low Lost Carrier Terminal (LCCT)

Inilah Penyebab Udara Dingin di Pulau Jawa Akhir-Akhir Ini Selanjutnya

Inilah Penyebab Udara Dingin di Pulau Jawa Akhir-Akhir Ini

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.