Pembangunan dan Revitalisasi Pelabuhan di Titik Barat Indonesia.

Pembangunan dan Revitalisasi Pelabuhan di Titik Barat Indonesia.

Foto : www.pulauwehaceh.com

Wilayah paling barat di Indonesia, Sabang akan mempunyai pelabuhan bertaraf Internasional. Dibuktikan dengan adanya pembangunan dan revitalisasi terhadap Pelabuhan Penyeberangan Balohan. Pelabuhan dengan luas 5 hektare ini rencananya akan menjadi pintu gerbang Industri Pariwisata Sabang.

Pembangunan saat ini masih dalam tahap pembersihan bangunan lama. PT Cemerlang Samudera Kontrindo, pemegang proyek pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Balohan ini menjelaskan bahwa selama sepekan ini pihaknya sudah mulai membersihkan bangunan-bangunan yang berada di lokasi pembangunan.

Menurut Kepala Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Sayid Fadhil, pada pelabuhan Balohan ini akan terdapat fasilitas yang mencerminkan bahwa pelabuhan penyeberangan ini sama dengan pelabuhan di negara-negara maju. Fasilitas tersebut meliputi ruang tunggu kedatangan, ruang tunggu keberangkatan, ruang VIP, mushala, cafetaria, dan halaman parkir. Tidak hanya itu pada pelabuhan ini juga akan dibangun beberapa kantor seperti, Kantor Otoritas Pelabuhan, Kantor Bea Cukai, dan Kantor Perhubungan.

Sayid juga berharap semua fasilitas pada pelabuhan ini dapat memberikan kepuasan dan kenyamanan bagi pengunjung yang ingin datang ke pulau Sabang atau yang ingin menyeberang. Rencananya pelabuhan ini akan selesai pada Desember 2019 dan akan mulai beroperasi pada Januari 2020 mendatang.

Pelabuhan ini merupakan pintu masuk pulau Sabang, yang mana pulau ini terletak di selat malaka yang menjadi ambang pintu masuknya jalur pelayaran internasional, selain itu pulau Sabang juga terkenal dengan potensi wisata alamnya. Di pulau ini terdapat hutan hujan tropis dan taman bawah laut yang indah. Maka dari itu, Sayid menginginkan dengan adanya pembangunan dan revitalisasi Pelabuhan Penyeberangan Balohan membuat angka kunjungan dari wisatawan dan turis semakin meningkat.

Untuk menunjang peningkatan pengunjung, Sayid mengatakan bahwa 2 tahun terakhir ini telah banyak didatangi investor asing yang tertarik untuk membangun berbagai infrastruktur penunjang seperti hotel, rumah sakit, energi listrik, dermaga pelabuhan barang, hingga membangun bandara.

Ini merupakan kabar baik bagi perkembangan pembangunan infrastruktur di Indonesia. Dengan adanya pembangunan dan revitalisasi pelabuhan ini wisata alam di Indonesia menjadi semakin mudah untuk dijamah dan Indonesia semakin dikenal dengan keindahan alamnya.


Sumber: Serambi

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Sail Indonesia Moyo Tambora 2018, Dorong Investasi dan Promosi Wisata Nusa Tenggara Barat Sebelummnya

Sail Indonesia Moyo Tambora 2018, Dorong Investasi dan Promosi Wisata Nusa Tenggara Barat

Catat Tanggalnya. Inilah Jadwal Gelaran Formula E di Jalanan Jakarta Selanjutnya

Catat Tanggalnya. Inilah Jadwal Gelaran Formula E di Jalanan Jakarta

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.