Tiga Mahasiswa UB Temukan Manfaat Ampas Tebu, Untuk Netralisir Limbah Logam Berat

Tiga Mahasiswa UB Temukan Manfaat Ampas Tebu, Untuk Netralisir Limbah Logam Berat

© unsplas

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Perkembangan industri manufaktur yang terus terjadi di Indonesia mengakibatkan meningkatnya tingkat hidup masyarakat. Namun peningkatan ini juga berdampak pada peningkatan limbah industri yang berbahaya bagi lingkungan. Seperti logam berat kromium yang banyak digunakan dalam industri otomotif. Padahal otomotif merupakan salah satu produk yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat kelas menengah atas di Indonesia.

Menyadari permasalahan tersebut sejumlah mahasiswa dari Universtias Brawijaya (UB) berusaha mencari solusi untuk membuat limbah kromium menjadi lebih ramah lingkungan. Sebab jika limbah kromium dibiarkan begitu saja, limbah ini akan bisa memberikan dampak negatif pada kesehatan makhluk hidup.

Seperti dikutip dari Prasetya UB, para mahasiswa tersebut berasal dari Teknik Kimia UB yakni Indah Feliana, Joshia Christa Pradana, dan Philio Valerino dengan Dosen pembimbingnya A.S. Dwi Saptati M.T yang merancang metode penyerapan limbah kromium menggunakan silika limbah abu ampas tebu. Lewat ampas tebu ini logam berat kromium diklaim mampu lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan metode umumnya yakni dengan penyerapan yang sangat sulit untuk diregenerasi.

Ide ini mereka ajukan dalam Pekan Kreativitas Mahasiswa dan telah memperoleh pendanaan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti).

“Kami memilih abu ampas tebu sebagai sumber silika karena kandungan silika pada abu ampas tebu yang cukup tinggi, selain itu juga hingga saat ini abu ampas tebu kurang begitu dimanfaatkan. Padahal jumlah abu ampas tebu hasil sisa pengolahan tebu pada industri gula sangat melimpah. Di Indonesia sendiri dapat mencapai 10,2 juta ton pertahun,” kata Joshia Christa Pradana (Teknik Kimia 2015).

Sementara itu Philio Valerino (Teknik Kimia 2016), sebagai anggota tim, menjelaskan bahwa penelitian ini berusaha memperoleh ekstraksi silika dari abu ampas tebu berupa natrium silikat. Senyawa inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk membuat magnetit bersalut silika melalui metode elektrodeposisi. Elektrodeposisi sendiri merupakan pengendapan logam pada katoda selama elektrolisis. Hasil dari penelitian ini yaitu magnetit bersalut silika dapat menyerap logam kromium sebanyak 57%.

“Kami berharap penelitian ini bisa menjadi alternatif pada unit pengolahan limbah dalam industri kimia, khususnya dalam pengolahan limbah logam kromium sehingga limbah ini tidak membahayakan lingkungan dan makhluk hidup serta pertumbuhan industri kimia juga tidak terhambat,” ujar Indah Feliana (Teknik Kimia 2016), selaku ketua tim.

Menariknya solusi yang dibuat oleh mahasiswa UB ini merupakan variasi lain dari solusi untuk "menjinakkan" limbah kromium yang telah ada. Seperti misalnya yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang berusaha mengurangi tingkat toksisitas kromium menggunakan bakteri.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih17%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Nilai Persatuan dalam Tarian Lego – Lego Masyarakat Alor Sebelummnya

Nilai Persatuan dalam Tarian Lego – Lego Masyarakat Alor

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (4 Juli 1927) - Pembentukan PNI oleh Sukarno dan Cipto Mangunkusumo

Bagus Ramadhan
@bagusdr

Bagus Ramadhan

http://kulawarga.id

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.