Menengok Alasan Bambang Hartono Bermain Bridge

Menengok Alasan Bambang Hartono Bermain Bridge
info gambar utama

Lelaki ini adalah bos besar di PT Djarum dan memiliki saham 54,94% PT Bank Central Asia. Dia merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia yang juga tergabung dalam perwakilan Indonesia di cabang olahraga Bridge, dan memenangkan medali perunggu.

Dilansir dari kumparan, Bambang Hartono mengenal bridge pada waktu zaman Jepang, dia melihat paman-pamannya bermain bridge setiap hari karena tidak ada pekerjaan, Bambang tertarik dengan bridge karena banyak tantangan. Suatu hari salah satu paman berhalangan hadir Bambang di suruh untuk menggantikannya, dari situ dia mulai tertarik bermain bridge dan dia belajar dan dilatih bermain bridge dari paman-pamannya.

Waktu berusia 12 tahun Bambang sudah terhun ke pertandingan bridge. Di kota Semarang ada perkumpulan bridge yang dia ikuti, waktu itu dia adalah yang termuda di perkumpulan itu. Kebetulan dia mendapatkan angka bagus dan mengalahkan yang lebih senior dari dia, karena hal ini mereka tertarik dengan Bambang. Dan di ajak bermain seminggu sekali atau dua kali main disana.

PT Djarum menyaring semua cabang olahraga mana yang bisa mengharumkan nama negara di dunia internasional Bambang memilih badminton dan mendirikan klub Djarum, lalu pada tahun 1970 dia mendirikan Djarum Bridge Club. Menurutnya dua cabang ini bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional, sumbangsih Dharum di bidang olahraga untuk Indonesia.

Bambang berpendapat bridge perlu dipopulerkan di Indonesia dan dimainkan orang Indonesia karena kalua mau mencetak pemimpin yang bagus, jujur dan Tangguh itu harus melalui bridge. “Maka, saya anjurkan pada orang tua, kalau anak Anda mau jadi pemimpin yang tangguh, yang gentleman, yang jujur, dan berhasil, mainlah bridge”.

Untuk Olimpiade 2020 melalui World Bridge Organization memperjuangkan agar bridge dapat diterima, dan ada penolakan dari mereka karena menganggap bridge bukan olahraga. Tapi Sport Of Mind seperti catur.

Pernah mengikuti tiga kali berturut-turut Kejuaraan Dunia, yang diadakan dua tahun sekali . dan kebetulan tim Indonesia tiga kali mendapat medali perunggu. Dan pernah mendapat medali perak. Pasangan Hengky Lasut dan Eddy Manopo pernah menjadi juara dunia pasangan. Prestasi di Kejuaraan Dunia Indonesia sudah lumayan.

Dalam bridge dayaanalisis harus tajam, tidak boleh sering lupa. “Tapi untuk mencegah supaya enggak cepat lupa maka mainlah bridge”. Kata Bambang Hartono

Untuk regenerasi dia sudah memasukkan bridge ke ekstrakurikuler di sekolah-sekolah.


Sumber:kumparan.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini