Program SCARA Dorong Industri Produksi Film Anak

Program SCARA Dorong Industri Produksi Film Anak

© pixabay

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) luncurkan program pelatihan penulis skenario film anak yang berkualitas. Bersama dengan Wahana Kreator Nusantara, BASE Studio, dan Perum Produksi Film Negara meluncurkan SCARA (Skenario Cerita Anak Nusantara).

Dengan dibuatnya program ini Triawan Munaf Kepala Badan Ekonomi Kreatif ingin menjawab kebutuhan negara akan penulis cerita anak di Idonesia.

“SCARA hadir dari hasil diskusi dengan tujuan untuk menghadirkan program yang menjawab kebutuhan Negara akan penulis dan cerita anak di Indonesia yang juga menjadi perhartian Bapak Presiden Joko Widodo,” ungkap Triawan.

Sejalan dengan cita – cita itu, Direktur Utama Wahana Kreator Nusantara Salman Aristo menyambut baik inisiasi yang dilakukan pemerintah melalui Bekraf. Ia menambahkan bahwa perlu diadakan percepatan program untuk megisi kekosongan penulis di industri film anak.

Wahan Kreator sendiri akan membuat kurikulum untuk mencapai tujuan dari program Scara. Dengan adanya kurikulum maka diharapkan bisa memberi dampak yang signifikan untuk industri cerita anak di Indonesia.

Scara dibuat dalam bentuk workshop inkubasi yang akan berlangsung selama sembilan pekan. Peserta akan didampingi oleh mentor – mentor profesional. Diantaranya adalah Salman Aristo (penulis skenario Laskar Pelangi), Gina S Noer (penulis skenario Kulari ke Pantai), Arief Ash Shiddiq (story editor serial Si Unyil) dan Chandra Endroputro (sutradara serial animasi Si Unyil).

Peserta akan dilatih untuk membuat skenario dari tahap persiapan hingga siap untuk diproduksi.

Scara tidak hanya hadir untuk memberi dampak pada industri. Tetapi program ini juga akan menjadi media pendidikan bagi anak Indonesia. Oleh karen itu, Scara juga akan melibatkan para pendidik dalam membuat kurikulum cerita anak yang sesuai dan tepat sasaran.

Scara telah dimulai pada bulan Juli lalu. Pada Juli hingga Agustus dilakukan penyusunan kurikulu konten dan presentasi cerita untuk anak beserta pelatihan. Selanjutnya dilakukan sosialisasi kepada kalayak. Rekrutmen dilakukan pada Agustus hingga September 2018. Peserta yang lolos akan mengikuti workshop pada bulan September hingga November selama sembilan minggu.

Calon peserta bisa mendaftarkan diri melalui website Scara dengan mengirimkan berkas paling lambat 21 September 2018.

Sumber : bekraf.go.id

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Mengenal Suku Bajo, Para Pemburu dan Penjaga Lautan Nusantara Sebelummnya

Mengenal Suku Bajo, Para Pemburu dan Penjaga Lautan Nusantara

Sejarah Hari Ini (11 Juli 1977) - Pasar Seni Ancol, Lapak Seniman Memamerkan Karya Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (11 Juli 1977) - Pasar Seni Ancol, Lapak Seniman Memamerkan Karya

Luthfi Rahman
@luthfi24

Luthfi Rahman

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.