Menghidupkan Kembali Jalur Kereta Lama Jawa Barat

Menghidupkan Kembali Jalur Kereta Lama Jawa Barat
info gambar utama

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memfokuskan kembali rencana reaktivasi empat jalur kereta di Jawa Barat.

Empat rute lama yang bakal diaktifkan kembali itu adalah Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh (Bandung)-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari.

Ini adalah Stasiun Pangandaran yang sudah tidak beroperasi lagi. Pool/PT KAI.
Ini adalah Stasiun Pangandaran yang sudah tidak beroperasi lagi. Pool/PT KAI.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam siaran persnya di Bandung, Kamis, mengatakan rencana reaktivasi empat jalur kereta api tersebut dibahas saat dirinya bertemu dengan direktur PT KAI beserta jajarannya, di Gedung Sate Bandung.

Kang Emil itu mengatakan reaktivasi jalur kereta dipandang menguntungkan bagi masyarakat karena memberikan kemudahan transportasi.

Jembatan Cipanerekean masih di jalur Banjar-Pangandaran-Cijulang. Pool/PT KAI.
Jembatan Cipanerekean masih di jalur Banjar-Pangandaran-Cijulang. Pool/PT KAI.



Selain itu, menurutnya, daerah-daerah yang dilalui lajur kereta api dinilai bisa tumbuh perekonomiannya karena ada pergerakan orang dan barang dengan aksesbilitas yang semakin mudah.

Disamping itu, Emil pun ingin dibangun stasiun-stasiun baru di titik-titik wisata, perumahan, ataupun di titik- titik keramaian, untuk memecah kepadatan.

Ini adalah Jembatan Cingcin atau Cikuda di jalur Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari. Jalur tersebut total panjang lintasannya 11,5 km. Jalur ini secara resmi tidak beroperasi mulai tahun 1978. Pool/PT KAI.
Ini adalah Jembatan Cingcin atau Cikuda di jalur Rancaekek-Jatinangor-Tanjungsari. Jalur tersebut total panjang lintasannya 11,5 km. Jalur ini secara resmi tidak beroperasi mulai tahun 1978. Pool/PT KAI.



"Saya ingin mengembalikan budaya naik kereta. Saya ingin Jawa Barat seperti Eropa. Masyarakat kemana-mana bisa naik kereta, karena nyaman dan terintegerasi," ujar Emil.

Atas dasar itu, Emil berharap proyek reaktivasi ini pun diharapkan mampu selesai, dan dapat langsung terintegerasi dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Ini adalah Jembatan Cisurupan yang terletak antara jalur Garut-Cikajang. Pool/PT KAI.
Ini adalah Jembatan Cisurupan yang terletak antara jalur Garut-Cikajang. Pool/PT KAI.



Setelah rapat bersama PT KAI itu, Emil pun mengicaukan rencana penghidupan rute kereta api tersebut lewat akun media sosial Twitter miliknya.

Sementara itu, Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, mengatakan, rencana reaktivasi membutuhkan dukungan dari Pemprov Jawa Barat. Salah satu yang paling utama, kata Edi, adalah untuk penertiban warga yang tinggal di sekitaran rel yang sudah bertahun-tahun tidak aktif itu.

Jalur ini secara resmi tidak beroperasi mulai tahun 1975. Pool/PT KAI.
Jalur ini secara resmi tidak beroperasi mulai tahun 1975. Pool/PT KAI.



Sementara itu, sambung Edi, PT KAI akan fokus pada persiapan operasional untuk rute-rute yang akan dihidupkan kembali tersebut.

"Dari empat ini, kami akan evaluasi mana yang paling mungkin dilakukan secepatnya. Dari empat itu jalur mana yang lebih akomodatif membantu masyarakat, baik untuk mengangkut orang maupun barang, seperti misalnya hasil bumi," kata Edi.

Sumber : Detik.com | CNNindonesia.com

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini