Medali Asian Para Games: Mengeluarkan Bunyi dan Berhuruf Braille

Medali Asian Para Games: Mengeluarkan Bunyi dan Berhuruf Braille
info gambar utama

Asian Para Games 2018 punya hal yang berbeda dari Asian Games lalu. Lebih spesifiknya, yaitu adalah medali-medali yang akan diterima para atlet di podium.

DilaporkanMetroTVnews.com, Asian Para Games seri ketiga ini mempertandingkan atlet-atlet penyandang disabilitas yang dibagi dalam tiga klasifikasi besar. Klasifikasi tersebut adalah Visual Impairment (penglihatan), Physical Impairment (fisik), dan Intelectual Impairment (mental).

Untuk itu, Asian Para Games memberikan penanda pada tiap medali yang bertujuan membedakan mana yang medali emas, perak, dan perunggu. Hal tersebut dipercaya dapat membantu bagi para juara dari penyandang disabilitas penglihatan.

Dilansir laman resmi Asian Para Games 2018, medali-medali tersebut sudah dimasukkan bola-bola kecil yang akan mengeluarkan suara gemercik ketika digoyangkan. Tiap medali memiliki jumlah bola yang berbeda.

Medali Asian Para Games 2018. Foto: Liputan6.com
info gambar

Untuk medali emas, terdapat jumlah bola terbanyak yaitu 26 bola. Lalu, Medali perak dengan 20 bola, dan perunggu dengan 16 bola.

Bagi atlet penyandang disabilitas penglihatan, mereka akan mampu membedakan bunyi tersebut secara lebih sensitif. Selain itu, terdapat huruf braille untuk diraba yang berbunyi 'Asian Para Games 2018.'

"Medali kita ini adalah medali yang akan jadi sejarah. Hari ini kita meluncurkan untuk pertama kalinya medali yang di dalamnya ada suaranya. Di dua APG sebelumnya tak ada medali yang menggunakan suara, kali ini sudah ada suaranya," kata Fanny Riawan, Direktur Sport INAPGOC, pada Jumat 5 Oktober.

Ide medali yang mengeluarkan bunyi, menurut Fanny, terinspirasi dari medali yang dimiliki para lifting Indonesia, yakni Ni Nengah Widi, yang mendapat medali perunggu di Paralimpiade 2016 Rio de Jainero.

Perenang Vo Thanh Tung raih medali di Asian Para Games 2018. Foto: Vietnam Plus
info gambar

"Kami harus berterimakasih dengan Widi, paralimpian kita, karena di Rio 2016 ia menjadi atlet yang dapat perunggu. Membuat (medali) ini tidak gampang. Jadi, kami harus ambil medali Widi di Bali, kami pinjam punya dia untuk memastikan apa isinya," lanjut dia.

Medali-medali Asian Para Games ketiga itu dibuat di Guangzhou, China dengan durasi pembuatan selama empat bulan. "Material utamanya adalah besi utuh dengan disepuh emas, perak, dan perunggu," kata Fanny dikutip Antara.

Selain medali, INAPGOC juga telah menyiapkan bonek maskot Momo yang menggendong tas punggung dengan isi pin, gantungan kunci, pengisi daya (power bank), kabel USB, dan penyimpanan digital USB.

Sebanyak 2.762 atlet dari 43 negara peserta akan mengikuti pertandingan 512 nomor pertandingan dari 18 cabang olahraga selain 16 nomor pertandingan non-medali pada cabang para-atletik dan para-renang.



Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Indah Gilang Pusparani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Indah Gilang Pusparani.

Terima kasih telah membaca sampai di sini