Pandesari dan UB Jalin Kolaborasi Program Olah Limbah Secara Mikrobial

Pandesari dan UB Jalin Kolaborasi Program Olah Limbah Secara Mikrobial

Pelatihan Olah Limbah Organik © Sudarma Dita Wijayanti

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Desa Pandesari merupakan desa yang terletak di wilayah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur. Secara geografis Desa Pandesari ini berada pada dataran yang cukup tinggi, yakni sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut, berada di sekitar kawasan hutan dan memiliki lahan persawahan yang luas. Curah hujan di Desa Pandesari adalah 2000-2500 mm/tahun dan kelembaban wilayah berkisar 60-70%. Suhu rata-rata harian di desa Pandesari adalah 19-25 °C dengan tingkat kemiringan tanah sebesar 15 derajat. Secara iklim, kondisi desa ini mendukung aktivitas pertanian yang produktif.Sebagian besar dari penduduk desa yang berjumlah 10.322 Jiwa, ternyata penduduk usia produktif menempati prosentase terbesar. Namun demikian, masih banyak dari usia produktif tersebut yang saat ini belum memiliki pekerjaan maupun usaha yang mapan. Sektor pertanian dengan komoditas sayuran dan peternakan sapi perah merupakan bidang usaha yang mendominasi mata pencaharian penduduk di Desa Pandesari sehingga potensi limbah organik berupa sampah sayuran dan kotoran sapi sangat tinggi.

Desa Pandesari yang saat ini terbagi menjadi 5 (lima) wilayah dusun yaitu : Dusun Krajan, Dusun Sebaluh, Dusun Jurangrejo, Dusun Maron Sebaluh dan Dusun Gesingan bekerja sama dengan Universitas Brawijaya mengawali program olah limbah organik yang sampai ini masih menjadi potensi masalah. Ketergantungan petani akan pupuk kimia dan peternak akan pakan buatan pabrik saat ini menjadi perhatian besar. Program kerjasama tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali produktivitas kelompok tani dan sebagai upaya mengembangkan kegiatan ekonomis produktif di wilayah Desa Pandesari.

Dengan area yang cukup luas sebesar 493.38 Ha ditambah dengan area pemukiman, tampaknya Desa ini tidak main-main dalam mengolah potensi limbah organik desa yang sangat tinggi, terutama limbah berupa limbah sayuran busuk dan rusak, kotoran hewan dan sisa makanan rumah tangga. Sebuah sistem pengelolaan sampah organik secara revolusioner berbasis pemberdayaan masyarakat yang secara produktif melalui usaha olah limbah organik secara mikrobial dilaksanakan sebagai tetap program tahunan mulai 2018. Pengelolaan sampah ini melibatkan beberapa program yaitu survey, koordinasi, pelatihan, praktek, monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Besar harapan program ini mampu meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di desa Pandesari.


Sumber: Program Kemitraan Masyarakat Universitas Brawijaya

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
"Critical Eleven" Sabet 3 Penghargaan Tingkat Asia Sebelummnya

"Critical Eleven" Sabet 3 Penghargaan Tingkat Asia

Ikon Baru Perguruan Tinggi N.U yang Berumur Tujuh Tahun Selanjutnya

Ikon Baru Perguruan Tinggi N.U yang Berumur Tujuh Tahun

Sudarma Dita Wijayanti
@dee_ta2002

Sudarma Dita Wijayanti

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.