Pekan Pancasila yang diselenggarakan oleh Indonesian Diaspora Network-United (IDN-United) dan Indonesian Diaspora Network Victoria di Melbourne, Australia pada Rabu, 28 November 2018 hingga 1 Desember 2018. Pekan Pancasila ini diadakan bertujuan untuk memberikan pengenalan kembali Pancasila untuk diaspora Indonesia, khususnya bagi anak-anak dan remaja.

Awalnya Pekan Pancasila ini diusung dari keinginan diaspora untuk memahami, mengamalkan hingga mewariskan Pancasila ke generasi selanjutnya yaitu remaja dan anak-anak yang masih belum terlalu mengenal Pancasila karena lahir dan tinggal di luar negeri. 

Sesuai dengan tujuannya, dalam acara pekan Pancasila ini terdapat lokakarya, dialog dan seminar berseri tentang Pancasila. Lokakarya pertama diadakan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Melbourne dan menghadirkan Mahfud MD, anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), sebagai narasumber.

Pekan Pancasila yang Diadakan di Australia | Foto : Indonesian Diaspora Network-United
Pekan Pancasila yang Diadakan di Australia | Foto : Indonesian Diaspora Network-United

Dalam lokakarya tersebut, Mahfud MD menjelaskan sejarah Pancasila dan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai benteng untuk menangkal gerakan radikalisme yang banyak terjadi sekarang ini. “Ada upaya penggerusan ideologi Pancasila sehingga perlu sosialisasi dan pembinaan tidak hanya di dalam negeri tetapi juga terhadap warga negara Indonesia di luar negeri,” jelas Mahfud MD melalu siaran pers yang diterima GNFI.

Lokakarya pertama yang dihadiri oleh 70 peserta tersebut disambut antusias peserta sehingga lokakarya tersebut berlangsung selama lima jam yang semula hanya dijadwalkan hanya selama tiga jam. Lokakarya tersebut dilanjut di hari selanjutnya dengan dialog kebangsaan bertajuk “Pancasila Sebagai Ideologi” yang juga dihadiri Mahfud MD dan Satya Arinanto yang merupakan Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Indonesia.

Selanjutnya, akan diadakan juga seminar tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika di Monash University. Kemudan Pekan Pancasila ini akan ditutup dengan simulasi pengenalan Pancasila untuk remaja dan anak-anak diaspora Indonesia. Para peserta yang menghadiri seluruh kegiatan dan berkompetensi menjadi “mentor Pancasila” diharapkan dapat mengajarkan Pancasila kepada diaspora lainnya agar nilai Pancasila dapat terus tertanam kuat meskipun tinggal di Indonesia.


Sumber: Siaran Pers Diaspora Indonesia

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu