Sekolah Cerdas Yogyakarta mengadakan workshop edukasi kebencanaan. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah cerdas dalam merespon bencana alam yang terjadi di Indonesia.

Kegiatan ini didukung oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Hadir pula Dosen dari PGSD Universitas Ahmad Dahlan yang mendampingi peserta untuk menyusun kurikulum satuan pendidikan berbasis penanggulangan risiko bencana.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis 27 Desember 2018, di Aula Pimpinan Pusat Muhamadiyah ini, mengundang empat sekolah yang menjadi mitra pelaksanaan sekolah cerdas di Yogyakarta. Keempat sekolah itu antara lain: SMP Unggulan Aisyiyah Bantul, SD Muhammadiyah Bantul Kota, SD Muhammadiyah Sapen Gowongan, dan SMP Muhamadiyah 2 Depok.

Kegiatan yang dilakukan pada workshop edukasi kebencanaan di sekolah didahului dengan pemaparan materi Linta Ulinnuha Bahraine dari PeaceGeneration Indonesia, tentang 12 nilai dasar perdamaian dan bencana sosial di sekolah. Kemudian dilanjutkan dengan materi penanggulangan bencana alam yang disampaikan oleh Budi Santosa dari LPB PP Muhammadiyah.

Setiap sekolah menganalisis kebutuhan dan risiko di lingkungannya sebagai dasar dalam menyusun prosedur tetap terkait kebencanaan. Prosedur tetap ini nantinya, akan dijadikan sebagai landasan dalam pelaksanaan simulasi bencana alam di sekolah.

Linta Ulinnuha Bahraine menyampaikan bahwa penting untuk mengupayakan pencegahan terhadap bencana alam dan sosial sejak dini.

“Kita harus melakukan sesuatu yang positif untuk merespon bencana. Salah satunya melalui edukasi kebencanaan sejak dini. Agar anak bangsa mampu menjadi generasi tangguh saat ini dan nanti,” ucap Linta yang juga mahasiswi di Universitas Islam Indonesia.

Kegiatan ini merupakan awal dari upaya mendorong penanggulangan bencana di sekolah. Langkah ini dapat terus dilakukan, sehingga pendidikan kebencanaan dapat menjadi bagian dari satuan kurikulum kependidikan. Harapannya setiap masyarakat memiliki kapasitas yang cukup dalam merespon terjadinya bencana alam, setelah mendapatkan edukasi di bangku sekolah.

Menurut Budi Santosa, Koordinator Divisi Pengurangan Resiko Bencana dan Kesiapsiagaan, LPB PP Muhammadiyah siap mendampingi sekolah dalam mewujudkan sekolah aman bencana.

“Peran yang dapat dilakukan antara lain pendampingan dalam penyusunan prosedur tetap kebencanaan, maupun pelaksanaan simulasi bencana di sekolah. LPB meyakini bahwa upaya pengurangan risiko akan berdampak pada terwujudnya generasi yang tangguh dan siap jika sewaktu-waktu terjadi bencana,” ujar Budi.

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu