Silangit Sekarang Bisa Menampung Si Besar

Silangit Sekarang Bisa Menampung Si Besar
info gambar utama
  • Bandara Silangit sekarang bisa menampung pesawat yang lebih besar, seperti Boeing 737-800 NG, 737-900 ER, dan Airbus A320.
  • Ini merupakan wujud dari perbaikan akses ke Danau Toba sebagai salah satu destinasi di 10 Bali Baru.
  • Terminal penumpang pesawat juga diperluas, sekarang bisa menampung 1 juta penumpang per tahun.

Akses menuju kawasan wisata Danau Toba terus diperbaiki. Sebagai salah satu destinasi dari 10 Bali Baru yang dicanangkan presiden, pelayanan bagi para wisatawan pun harus terus ditingkatkan, salah satunya dari segi transportasi.

Titik cerahnya mulai terlihat. Bandara Silangit yang terletak di Siborong-Borong (kota yang sempat viral berkat lagu Sayur Kol), Sumatra Utara, ini sekarang bisa menampung pesawat berkapasitas lebih besar seperti Boeing 737-800 NG (Next Generation), atau yang sekelas seperti 737-900 ER dan Airbus A320.

“Maskapai menyambut baik karena (bandara) Silangit sekarang bisa didarati pesawat 737-800 NG atau yang sekelas seperti 737-900 ER dan Airbus A320, karena biaya operasional jauh bisa ditekan dan di sisi lain kapasitas kursi (seat capacity) penumpang justru meningkat,” ujar Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin.

Sriwijaya Air menjadi maskapai perdana yang sukses mendaratkan Boeing 737-800 NG di Silangit pada Rabu (13/2) dari keberangkatan di Jakarta. Dengan daya tampung 189 penumpang, jenis pesawat ini lebih besar ketimbang yang digunakan Sriwijaya Air sebelumnya yakni Boeing Classic yang berkapasitas 120 orang.

Setelah Sriwijaya Air, Garuda Indonesia rencananya juga akan mengoperasikan Boeing 737-800 NG di rute Jakarta–Silangit mulai 18 Februari 2019. Sebelumnya, Garuda menggunakan pesawat jenis Bombardier CRJ-1000 yang berkapasitas di bawah 100 penumpang.

“Sebelum ini ada keraguan di pihak maskapai untuk membuka penerbangan di bandara Silangit karena hanya jenis pesawat tertentu yang bisa mendarat, padahal armada maskapai nasional banyak diperkuat 737-800 NG, 737-900 ER dan Airbus A320. Tapi sekarang, maskapai akan sangat tertarik membuka penerbangan di Bandara Silangit,” ucap Muhammad Awaluddin menambahkan.

Di samping meningkatkan kapasitas runway, PT. Angkasa Pura (AP) II juga akan memperluas terminal penumpang pesawat hingga lima kali lipat, dari saat ini 2.500 m2 menjadi 10.499 m2. Perluasan terminal itu membuat bandara Silangit bisa mengakomodir pergerakan hingga 1 juta penumpang per tahun, dari saat ini hanya sekitar 500.000 penumpang.

Ini dikarenakan jumlah penumpang pesawat di bandara Silangit memang terus tumbuh signifikan setiap tahun. Pada 2016 pergerakan penumpang tercatat 155.214 orang, lalu naik 82% pada 2017 menjadi 282.586 orang. Kemudian pada 2018 pergerakan penumpang tercatat 425.476 orang atau naik 50,56% dibandingkan dengan 2017.**

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini