2 Perancang Busana Indonesia di FOMAustralia 2019

2 Perancang Busana Indonesia di FOMAustralia 2019

Runway FOMA yang pernah di adakan © Sumber: fomaustralia.com.au

Dua perancang busana Indonesia - Novita Yunus (Batik Chic) dan Savira Lavinia (Sav Lavin) - akan memamerkan kreasi mereka di Fashions of Multicultural Australia (FOMA) Runway Showcase, yang akan diadakan di Sydney pada hari Jumat.

“Indonesia adalah peserta utama dalam FOMA. Kami mendapat dua desainer yang berasal dari Indonesia, Sav Lavin dan Batik Chic," direktur Gandhi Creations, Sonia Sadiq Gandhi menjelaskan seperti dikutip oleh The Jakarta Post.

"Saya sangat, sangat bersemangat untuk menghadirkan mereka di acara ini," tambahnya.

Savira Lavinia, desainer di balik SAV LAVIN, dikenal karena keahliannya dalam bereksperimen dengan bahan-bahan yang tidak konvensional seperti kain karet cetakan buatan tangan, neoprene dan mesh dalam desain-desainnya. Lulusan ESMOD ini menggabungkan metode kerajinan tradisional dan teknik couture dalam koleksi siap pakai.

Bazaar yang diadakan pada acara 'My Priceless Heritage - Batik, Identity & Legacy' oleh perancang busana Novita Yunus pada 13 Oktober 2018 di Grha Bimasena, Jakarta Selatan | Foto: Ni Nyoman Wira / Jakarta Post

Setelah memiliki Batik Chic yang didirikan pada 2009, Novita Yunus tidak asing dengan penggemar mode. Semangatnya untuk menjaga warisan Indonesia tetap hidup telah menghadirkan berbagai produk batik untuk segala usia. Novita juga aktif mempromosikan batik vintage, dalam upaya melestarikan motif tradisional.

FOMA, yang dipelopori oleh Gandhi Creations Pty Ltd, adalah sebuah platform yang bertujuan untuk memberikan "kombinasi beragam perancang busana internasional, lokal dan Australia asli, serta refugee ketika mereka berbagi dengan penonton sebuah gambaran holistik, kontemporer budaya dan mode Australia".

Disponsori oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia dan Australia Korea Foundation, penyelenggara FOMA berkolaborasi dengan kedutaan asing untuk menampilkan berbagai budaya komunitas diaspora di Australia.

"Pada dasarnya, konsep ini bekerja dengan kedutaan dan konsulat asing dalam menampilkan diplomasi budaya dan fashion," kata Sonia.

Acara ini akan menampilkan jurnalis ABC dan antropolog mode Charlotte Smith bersama dengan perancang busana lokal seperti perancang busana asli Australia, Colleen Tighe Johnson dan perancang busana Australia keturunan Afghanistan, Anilla Seddeqi.


Sumber: Jakarta Post

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Citilink Buka Rute Internasional Ke-6, Ini Rute dan Jadwalnya Sebelummnya

Citilink Buka Rute Internasional Ke-6, Ini Rute dan Jadwalnya

Sepak Terjang Perjalanan Cukur Rambut Asgar Selanjutnya

Sepak Terjang Perjalanan Cukur Rambut Asgar

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

I work here because I value positivity. In the midst of social media era I wish that everyone builds harmony through positivity, so I start from myself.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.