Potensi Ekspor Manggis Jawa Barat

Potensi Ekspor Manggis Jawa Barat

Buah Manggis © Sumber: BOGOR.NET

Pemerintah Kabupaten Bogor di Jawa Barat mengekspor 1.000 ton manggis, setara dengan tujuh kontainer, ke Tiongkok pada hari Rabu untuk meningkatkan ekspor manggis.

Ekspor buah tropis oleh pusat ekspor manggis PT Mahkota Manggis Sehati di Bogor tersebut juga bertujuan untuk mendukung petani lokal sebagaimana memberi mereka informasi tentang persyaratan ekspor dan memotivasi mereka untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk mereka, kata Kepala Dinas Pertanian Bogor Siti Nurianty.

"Manggis adalah komoditas potensial untuk ekspor," kata Siti dalam acara tersebut, yang dihadiri sekitar 150 orang petani.

Perani Manggis di desa Cibolang, Sukabumi | Sumber: Twitter
Petani Manggis di desa Cibolang, Sukabumi | Sumber: Twitter

Bogor adalah produsen manggis utama di Jawa Barat. Pada 2017, kabupaten ini memproduksi 2.983 ton manggis, 1.095 ton di antaranya diekspor. Ada 272.211 pohon manggis di Bogor, dengan yang terbesar terletak di tujuh kabupaten, yaitu Leuwiliang, Leuwisadeng, Cigudeng, Nanggung, Sukajaya, Sukamakmur, dan Jasinga.

Karena peraturan ekspor yang ketat dari beberapa negara, penting untuk menjaga kualitas produk melalui praktik pertanian yang baik, pengendalian hama, dan perlakuan pasca panen, yang semuanya dapat membantu petani lokal tetap kompetitif, kata Siti.

Dia melanjutkan dengan menjelaskan bahwa 39 kelompok tani yang mengolah 527,55 hektar lahan telah bergabung dengan program administrasi.

Para pekerja yang menangani manggis di pabrik | Sumber: Tribunnews
Para pekerja yang menangani manggis di pabrik | Sumber: Tribunnews

"Secara bertahap, kami akan mendaftarkan lahan pertanian [manggis] yang belum menerapkan standar prosedur operasi," katanya.

Dari November tahun lalu hingga Februari, Indonesia mengekspor 3.409 ton manggis, dengan Bogor berkontribusi 30 persen. Sisanya berasal dari Subang, Sukabumi, Purwakarta, dan Tasikmalaya, semuanya di Jawa Barat.

Kepala Karantina Pertanian Bogor Banun Harpini mengatakan bahwa manggis adalah komoditas unggulan baru yang telah diekspor ke 23 negara, membuat nilai perdagangannya pada tahun 2018 mencapai Rp11,62 triliun (US $ 790,5 miliar).


Sumber: Jakarta Post

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang67%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Inilah Alasan Startup Unicorn Indonesia ini Berekspansi ke Australia Sebelummnya

Inilah Alasan Startup Unicorn Indonesia ini Berekspansi ke Australia

Semen Indonesia Raih Penghargaan Perusahaan Terbaik Tingkat Asia Tenggara Selanjutnya

Semen Indonesia Raih Penghargaan Perusahaan Terbaik Tingkat Asia Tenggara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.