• Teknopreneur Indonesia mengadakan roadshow di kampus AMIKOM Yogyakarta.
  • Acara ini merupakan rangkaian dari gelaran Female Founders with Silicon Valley Mindset.
  • Acara turut dihadiri oleh para mentor start-up ternama.

Gelaran Female Founders with Silicon Valley Mindset yang digagas oleh YTech memasuki fase roadshow. Pada 28 Maret 2019 lalu, roadshow bertempat di AMIKOM Yogyakarta dan dihadiri oleh CEO Teknopreneur Indonesia, M. Andy Zaky, dan sharing session bersama Co-Founder Bookabuku dan AMBIZ, Rani Soebijantoro.

Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini terselenggara berkat kerja sama Teknopreneur Indonesia dengan US Embassy. Tujuannya, untuk mencari dan membangun pendiri start-up wanita yang peduli akan permasalahan sosial dan solusinya.

Namun demikian, ada kriteria khusus yang ditetapkan untuk mencari kandidat peserta. Start-up yang dipilih harus memiliki minimal satu orang co-founder wanita, yang nantinya akan di-mentoring oleh mentor luar biasa seperti CEO Zahir Muhammad Ismail, CEO Agate Arief Widhiyasa, serta para founder dan CEO wanita ternama seperti co-founder Geekhunter Yunita Anggraini, co-founder Lemonilo Shinta Nur Fauzia, owner Kebab Baba Rafi Nilam Sari, dan masih banyak lagi.

Menurut Rani Soebijantoro, bagi siapapun termasuk kalangan perempuan sebenarnya membangun start-up bukanlah persoalan yang sulit, sepanjang telah mengetahui strateginya dan apa yang harus dilakukan. Banyak yang mengeluhkan soal pendanaan, tapi menurut Rani itu bukanlah persoalan terberat, karena yang paling sulit dari membangun start-up adalah talent.

Sementara itu CEO Teknopreneur Indonesia, M. Andy Zaky, menuturkan bahwa membangun start-up bukan sesuatu yang sekonyong-konyong. Harus melalui berbagai tahapan yang tepat. Dengan demikian apa yang dibuat nantinya akan benar-benar dapat diserap oleh pasar.

Tahapan-tahapan ini bermanfaat bagi para founder untuk mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan apakah produk miliknya telah memenuhi kebutuhan tersebut baik secara fungsi, kemudahan, maupun biaya.

"Membangun start-up bukan seperti bangun tidur lalu dapat ide kemudian merancangnya. Membangun start-up yang baik adalah yang dengan mencari tahu apa yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar," ujarnya.

Kemudian US Embassy Jakarta juga menyatakan senang bisa bekerja sama dengan Teknopreneur Indonesia dan para founder start-up yang ada di Indonesia. Program ini adalah bukti bahwa hubungan antara Republik Indonesia dengan Amerika Serikat adalah hubungan persahabatan yang erat yang memberikan manfaat positif bagi keduanya.

Teknopreneur Indonesia selaku penyelenggara YTech adalah media data dan analisis seputar bisnis teknologi dan perkembangannya di Indonesia dan dunia, termasuk di dalamnya bisnis digital, bioteknologi, clean technology, dan lain-lain.

Ikuti program YTech di www.ytech.id dan ikuti keseruan program ini di sosial media Instagram @ytech.id.**

Bagaimana menurutmu kawan?

Berikan komentarmu