Main Egrang Bambu di Bukit Sweu Sambang Banyuwangi

Main Egrang Bambu di Bukit Sweu Sambang Banyuwangi

Main Egrang Bambu di Bukit Sewu Sambang. Foto : Kampoeng Batara

Banyuwangi populer berkat pariwisatanya yang kini mulai dikenal secara internasional. Berbagai aktivitas dilakukan warganya untuk mewujudkan impian tersebut.

Tak terkecuali bagi masyarakat yang berada di lingkungan Papring, Kalipuro, Banyuwangi. Sebuah lokasi tanpa sinyal yang dekat dengan Pelabuhan Ketapang, namun anehnya di kawasan tersebut terdapat sebuah bukit yang sangat kencang sinyalnya. Bukit tersebut bernama Bukit Sewu Sambang.

Di kawasan Papring terdapat sebuah kampung yang menarik bernama Kampoeng Batara atau kependekan dari Kampoeng Baca Taman Rimba. Dari namanya saja sudah nampak berada di tengah-tengah hutan. Namun tenang, masih ada pemukiman warga yang tinggal di daerah tersebut.

Sebuah tempat yang dijadikan sebagai wadah untuk edukasi tentang pendidikan karakter dengan berbagai macam hal yang salah satu di antaranya mengangkat tentang permainan tradisional.

Selasa (2/4) menjelang hari Isra' Mi'raj, Kampoeng Batara beserta Laskar Pemuda Papring dan Pokdarwis Jajang Arum mengadakan kegiatan kemah di Bukit Sewu Sambang yang diselingi dengan berbagai macam kegiatan yakni outbound ceria, performing art dan bermalam di Bukit Sewu Sambang.

Beragam permainan dimainkan di atas Bukit Sewu Sambang yang difalisitasi oleh komunitas Kampoeng Dolanan yang berasal dari Surabaya.

Permainan tersebut dimulai dari eyes breaking tentang konsentrasi, bulldozer, kaki kepiting, pindah tali, pindah pimpong dalam gelas dengan menggunakan tali, egrang bambu dan lain sebagainya.

Menjadi menarik dan penuh tantangan ketika para peserta kemah bermain egrang bambu dengan medan bukit yang turun terjal kemudian kembali naik ke atas untuk mencapai garis start kembali.

Aktivitas kemah di Bukit Sewu Sambang ini diikuti oleh peserta homestay SMPN 1 Banyuwangi. Para siswa ini turut serta memberikan penampilan berupa pencak silat, sedangkan dari warga dan Laskar Pemuda Papring memberikan pertunjukan berupa ludruk dan akustik.

Suasana malam telah datang dan mulai berdatangan warga Papring untuk mengikuti serangkaian acara tersebut. Para penampil telah bersiap-siap untuk menyajikan tampilan terbaiknya.

Suasana malam menjadi semakin indah karena ketika mata menatap ke arah timur ada pandangan Pelabuhan Ketapang dan Pelabuhan Gilimanuk dengan kerlap-kerlip lampu kapal yang berjalan berseberangan serta yang tak lupa adalah pemandangan Pulau Bali yang luar biasa indah.

Takjub akan alam Indonesia yang begitu indah. Inilah Indonesia dengan segala macam keindahannya.

Mimpi besar dari Laskar Pemuda Papring dan Pokdarwis Jajang Arum adalah menjadikan lokasi ini sebagai lokasi wisata hingga menjadi jujugan bagi para bakcpacker dari Indonesia maupun luar negeri.

Perlu diingat juga untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan agar kawasan Bukit Sewu Sambang tetap bersih dan menjadi tempat yang nyaman untuk mencari ketenangan.


Sumber: Kampoeng Batara

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Muhlis Eso, Penyelamat Sejarah Indonesia dari Timur Sebelummnya

Muhlis Eso, Penyelamat Sejarah Indonesia dari Timur

"Hikmah" Perang Dagang, Dua Perusahaan Mobil Listrik Akan Bangun Pabrik di Indonesia Selanjutnya

"Hikmah" Perang Dagang, Dua Perusahaan Mobil Listrik Akan Bangun Pabrik di Indonesia

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.