Tim Indonesia Raih Beberapa Juara di Shell Eco-Marathon 2019

Tim Indonesia Raih Beberapa Juara di Shell Eco-Marathon 2019
info gambar utama
  • Tim SapuAngin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menjuarai mobil urban concept terhemat yang menggunakan sumber energi internal combustion (bensin) di Shell Eco-Marathon 2019.
  • Tim Indonesia lainnya yang juga meraih posisi dua dan tiga adalah Garuda UNY Eco Team dari Universitas Yogyakarta (UNY) dan Sadewa UI dari Universitas Indonesia (UI).

Kabar baik kini datang dari ajang Shell Eco-Marathon Asia 2019. Indonesia meraih beberapa gelar juara pada ajang ini.

SUmber : its.ac.id
info gambar

Tim SapuAngin dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menjuarai mobil urban concept terhemat yang menggunakan sumber energi internal combustion (bensin). Pada ajang tersebut, SapuAngin menyentuh angka 395km/liter.

Pada kategori Internal Combustion, Tim Indonesia lainnya yang juga meraih posisi dua dan tiga adalah Garuda UNY Eco Team dari Universitas Yogyakarta (UNY) dan Sadewa UI dari Universitas Indonesia (UI). Tim dari UNY memperoleh 383 km/liter, sedangkan Tim UI memperoleh 348 km/liter.

Sumber : its.ac.id
info gambar

Pada kelas Urban Concept bahan bakar listrik dan bahan bakar hydrogen, Tim Nogogeni dan Tim Antasena dari ITS meraih peringkat kedua. Tim Nogogeni meraih kehematan mobilnya dengan angka 169 km/kWh, sedangkan Tim Antasena meraih kehematan 90 km/kWh.

Posisi 3 juga diraih oleh Tim Semar Proto UGM yang memperoleh 378km/kWh.

Ada beberapa tim dari Indonesia yang berpartisipasi dalam ajang ini, yaitu tim Rakata ITB yang meraih posisi 3 dengan sumber energi internal combustion (ethanol). Tim Rakata mendapat angka 926 km/liter, hal ini adalah rekor terbaru Indonesia pada prototip ethanol.

Mereka yang menang akan menjadi perwakilan Asia pada ajang Driver World Championship, yakni SapuAngin ITS, Garuda UNY Eco, Sadewa UI, Nogogeni ITS, Bumi Siliwangi UPI, dan Antasena ITS.

--

Sumber : TribunNews, IDN Times, its.ac.id

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini