PT. AP II Siapkan Insentif Maskapai untuk Angkutan Lebaran

PT. AP II Siapkan Insentif Maskapai untuk Angkutan Lebaran

Ilustrasi pesawat © Dominik Scythe/Unsplash

  • Maskapai angkutan lebaran akan mendapat insentif khusus dari PT. AP II.
  • Besaran insentif berupa cash back 100% dari biaya jasa pendaratan pesawat.
  • Adanya cash back untuk extra flight dinilai dapat menambah jumlah penerbangan, yang berujung pada ketersediaan kursi untuk pemudik.

Jelang memasuki Hari Raya Idulfitri, permintaan angkutan lebaran akan meningkat pesat. Mengenai hal itu, PT. Angkasa Pura (AP) II telah menyiapkan insentif khusus bagi maskapai angkutan lebaran.

Dilansir dari siaran pers yang diterbitkan PT. Angkasa Pura II, insentif berupa cash back diberikan kepada maskapai yang mengoperasikan penerbangan tambahan (extra flight) dengan pesawat berbadan sedang (narrow body) selama masa angkutan lebaran.

Besaran dari cash back adalah 100% dari biaya jasa pendaratan pesawat.

Cash back untuk extra flight ini khusus kami berikan supaya meringankan operasional maskapai dan di sisi lain jumlah penerbangan bertambah sehingga memastikan ketersediaan kursi bagi para pemudik,” ujar Direktur Utama PT. Angkasa Pura II. Muhammad Awaluddin.

BACA JUGA: Asyik! Kereta Bandara ke YIA Sudah Mulai Beroperasi Nih...

Adapun insentif yang sebelumnya sudah diberikan dan masih berlaku juga saat angkutan lebaran adalah:

  • New Route Incentives: Cash back 100% dari jasa pendaratan pesawat selama 1 tahun juga diberikan bagi maskapai yang membuka rute baru di bandara Angkasa Pura II, kecuali Bandara Internasional Jawa Barat dan rute dalam negeri Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
  • New Airlines Entrance Incentives: Cash back jasa pendaratan pesawat juga diberikan kepada maskapai yang baru masuk ke bandara Angkasa Pura II, kecuali Bandara Internasional Jawa Barat.
  • Red Eye Incentives: Cash back 100% atas tarif jasa pelayanan jasa pendaratan dan jasa pelayanan penempatan pesawat selama 1 tahun bagi maskapai yang melakukan keberangkatan/kedatangan pada pukul 24.00-04.00 LT di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
  • Unschedule Flight Incentives: Cash back 100% atas tarif jasa pelayanan jasa pendaratan bagi penerbangan tidak berjadwal, kecuali jika dilakukan di Bandara Internasional Jawa Barat.

Muhammad Awaluddin juga menerangkan, berbagai insentif yang diberikan merupakan salah satu inovasi AP II untuk meningkatkan lalu lintas penerbangan.

Insentif ini juga ke depannya dapat meningkatkan traffic low cost carrier di bandara-bandara AP II, terutama setelah beroperasinya Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai low-cost carrier terminal (LCCT).

BACA JUGA: Terminal 2F Soetta, LCCT Pertama di Indonesia

“Terminal 2F resmi jadi LCCT pertama di Indonesia pada 1 Mei 2019. LCCT ini kami desain untuk meringankan biaya operasional, sehingga maskapai LCC dapat lebih fokus dan maksimal melayani traveler, yang pada akhirnya akan menambah jumlah traffic,” ujarnya.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kuliner Indonesia Dipromosikan di Forum Gastronomi Dunia 2019 Sebelummnya

Kuliner Indonesia Dipromosikan di Forum Gastronomi Dunia 2019

Merayakan Keberagaman dengan Jamuan dari Hutan Selanjutnya

Merayakan Keberagaman dengan Jamuan dari Hutan

0 Komentar

Beri Komentar