Karena Tulisan yang Bisa

Karena Tulisan yang Bisa
info gambar utama

Sebagai seorang manusia yang disinyalir memiliki gangguan bahasa, terutama bahasa ekspresif, atau yang biasanya dikatakan sebagai Disleksia, mengeluarkan pendapat dan aspirasi tentunya sangat sulit. Hal yang sering kali terjadi adalah:

1. Sering kali terbata-bata dalam mengungkapkan, sehingga terlihat tidak meyakinkan.

2. Mudah lupa dengan pikiran sendiri, padahal masih dalam hitungan detik.

3. Malas dalam menulis/ tidak sempat menulis pikiran yang terkadang tiba-tiba dan hilang tiba-tiba pula.

3. Menggunakan diksi yang salah sehingga seringkali menimbulkan kesalahpahaman.

4. Sering kali tidak mengingat fakta-fakta yang sudah dikuasai sehingga cenderung terlihat bodoh, dan membuat diri tidak percaya diri.

5. Mudah terdistraksi dengan stimulus lain.

6. Banyak lainnya.

Percayalah, di awal kehidupan, saya dapat menjadi anak yang sangat frustrasi. Saya akan menangis tanpa alasan yang jelas (bagi orang lain) karena apa yang saya harapkan sangat jauh dari realitas.

Saya merasa dunia begitu 'kejam'. Apalagi yang bisa saya katakan dengan kosa kata saya yang terbatas?

Tapi, di tahun ke-17 kehidupan, saya seolah mendapatkan sebuah senjata pamungkas. Namanya adalah TULISAN. dan memang hanya tulisan yang bisa membuat dunia mengerti akan diri saya (meskipun terkadang belum semua pikiran yang ter-backup).

Dalam buku "Teaching Children and Teens With Dyslexia" dikatakan, bahwa bagi seorang dengan Disleksia akan kesulitan dalam menulis dikarenakan, proses menulis akan memperlambat pikiran.

Saya sendiri adalah seorang individu dengan pikiran yang melompat ke sana dan ke mari. Bahasa ilmiahnya adalah inatensi, sedangkan bahasa yang biasa dikenal oleh orang awam adalah kurang fokus.

Menulis bagi saya bukan hanya terapi, bukan hanya karya yang membuat wujud saya abadi dan dapat dikenang. Dengan tulisan, saya mengkampanyekan diri saya. Sesuatu yang sangat sulit saya lakukan apabila bertemu dengan seseorang secara face to face.

Jadi, meskipun dalam menulis pun memerlukan waktu dan kekuatan melebihi upaya yang dilakukan orang normal pada umumnya, tapi pada akhirnya, saya akan lebih memilih menulis ketimbang harus berbicara secara lisan.


Sumber: TEACHING CHILDREN AN TEENS WITH DYSLEXIA

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DZ
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini