[Foto] Jejak Peradaban Islam di Surakarta

[Foto] Jejak Peradaban Islam di Surakarta

Bedug Masjid Agung Kraton Surakarta © Foto: Boy T. Harjanto / Jakarta Post

Suara bedug dari beranda masjid dapat terdengar dengan lantang. Bedug tersebut merupakan seruan menjelang waktu zuhur dimana azan segera berkumandang, banyak Muslim pergi untuk melakukan sholat zuhur berjamaah di Masjid Agung Kraton Surakarta.

Kenop pintu antik pintu utama Masjid Agung Kraton Surakarta | Foto: Boy T. Harjanto / Jakarta Post

Masjid Agung ini dibangun oleh Sultan Pakubuwono III pada 1763 dan selesai pada 1768.

Masjid ini juga berfungsi sebagai tempat untuk tradisi terkait agama seperti Grebeg (acara untuk memperingati ulang tahun Nabi Muhammad) dan Festival Sekaten (upacara selama seminggu, festival dan pameran untuk merayakan ulang tahun Nabi Muhammad), diadakan di kompleks masjid.

Beranda masjid yang didominasi warna biru | Foto: Boy T. Harjanto / Jakarta Post

Kesultanan Surakarta memiliki peran sebagai pemimpin agama di kesultanan.

Semua staf Masjid Agung memiliki hak yang sama dengan para abdi dalem.

Ornamen hiasan di gerbang utara masjid | Foto: Boy T. Harjanto / Jakarta Post

Masjid ini terletak di sebidang tanah seluas 19.180 meter persegi dan temboknya setinggi 3,25 meter.

Arsitektur masjid menyerupai mahkota tiga tingkat. Ada juga beberapa bangunan kecil lainnya di kompleks masjid yang memiliki fungsi berbeda.

Gerbang timur masjid | Foto: Boy T. Harjanto / Jakarta Post


Catatan kaki: Jakarta Post

Pilih BanggaBangga67%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau33%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Wawancara CEO Gravicode: Most Valuable Professional Memasyarakatkan Internet of Things (IOT) Sebelummnya

Wawancara CEO Gravicode: Most Valuable Professional Memasyarakatkan Internet of Things (IOT)

Kuatkan Kompetensi di Era Revolusi Industri, Pemuda Tani Kolaborasi dengan UNDAR Selanjutnya

Kuatkan Kompetensi di Era Revolusi Industri, Pemuda Tani Kolaborasi dengan UNDAR

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

I work here because I value positivity. In the midst of social media era I wish that everyone builds harmony through positivity, so I start from myself.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.