Inilah Makna Riasan Paes Pengantin Jawa

Inilah Makna Riasan Paes Pengantin Jawa

lukihermanto.com

Momen pernikahan adalah saat yang dinanti-nanti oleh setiap orang, termasuk di Indonesia. Acara pernikahan biasanya berlangsung sangat meriah di Indonesia, karena setiap daerah di Indonesia memiliki ragam adat dan budaya yang berbeda-beda. Contohnya pernikahan adat Jawa, elemen yang penting pada sebuah perhelatan tersebut adalah rias (make-up) bagi mempelai wanita, atau biasa disebut dengan Paes. Mulai dari lekukan yang berwarna hitam di dahi, hingga aksesoris yang bermacam-macam.

Paes merupakan riasan yang memiliki simbol dari kecantikan dan kedewasaan seorang wanita Jawa. Riasan paes memiliki makna yang mengandung kesakralan serta makna filosofi dalam setiap detailnya. Apa saja makna-makna dari riasan paes itu? Berikut adalah pembahasan-pembahasan singkatnya.

Foto: swantinadyas.blogspot.com

Gajahan

Lekukan berbentuk U paling besar yang berada di tengah dahi adalah gajahan. Lekukan ini memiliki makna harapan seorang perempuan akan dihormati dan ditinggikan derajatnya.

Sumber : Gebyar Pernikahan Indonesia 2019

Pengapit

Pengapit adalah lekukan yang berada di samping kiri dan kanan Gajahan. Memiliki makna yang mengapit atau mengontrol Gajahan agar jalannya selalu lurus, sehingga tidak ada rintangan yang berarti dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

Sumber : popbela

Penitis

Penitis adalah nama dari lekukan yang berada di sebelah Pengapit. Memiliki ukuran yang lebih kecil dan tidak runcing. Penitis memiliki makna bahwa semua hal harus punya tujuan dan dilakukan secara efektif. Termasuk juga dalam membuat anggaran rumah tangga, agar rumah tangga berjalan lancar.

Sumber : Popbela

Godheg

Godheg berada di samping telinga. Hal ini melambangkan kebijaksanaan dan diharapkan agar sang pengantin bisa bijaksana setelah menikah dan selalu introspeksi diri, tidak mudah marah atau sedikit-sedikit marah dengan pasangan. Karena kebijaksanaan akan membuat rumah tangga sakinah.

--

Sumber : Popbela, Keepo, Fimela, Lukihermanto.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang13%
Pilih Tak PeduliTak Peduli13%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Tim Redaksi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Membaca, Menganalisa, dan Memahami Kunci Menangkal Hoaks di Era Kini Sebelummnya

Membaca, Menganalisa, dan Memahami Kunci Menangkal Hoaks di Era Kini

Suhu Hingga Minus 7 Derajat Celcius, Mengapa Embun Beku Dieng Datang Lebih Awal? Selanjutnya

Suhu Hingga Minus 7 Derajat Celcius, Mengapa Embun Beku Dieng Datang Lebih Awal?

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.