Limbah Sawit Pun Bisa Jadi Kain

Limbah Sawit Pun Bisa Jadi Kain

Ilustrasi perkebunan kelapa sawit © Argha Saha/Unsplash

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

  • Tiga mahasiswa Unpad sukses memanfaatkan limbah sawit menjadi kain.
  • Dengan melakukan serangkaian penelitian, mereka berhasil menjadi finalis sebuah lomba bergengsi.
  • Hasil temuan ini diharapkan dapat menjadi mata pencaharian baru bagi masyarakat di sekitar perkebunan kelapa sawit, maupun para pelaku usahanya.

Limbah sawit yang jumlahnya melimpah tapi minim manfaat, kini bisa diubah menjadi bahan baku pembuatan kain. Tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran (Unpad) yang melakukannya.

Mereka adalah Muhamad Mas’ud (23), Siti Halimatus Sa’diyah (22), dan Bonie Pamungkas (22). Dengan karyanya, mereka sukses menjadi finalis Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa 2018-2019, yang diadakan secara nasional oleh Badan Pengelola Dana dan Perkebunan (BPDP) Sawit Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Ketiga mahasiswa tersebut memulainya dengan serangkaian penelitian. Melalui pencampuran sejumlah senyawa kimia, Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) bisa menjadi kain tenun dan kain non-woven.

“Serat TKKS yang sudah diproses kemudian dipilin oleh pengrajin untuk menjadi benang. Kemudian benang tersebut ditenun menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM),” urai Mas’ud dalam rilis persnya.

BACA JUGA: Pertama di Dunia, Sawit Jadi Bensin dan LPG Melalui Co-prosessing

Hasil akhir dari kain tenun yang diolah dari limbah sawit antara lain tas, goodie bag, dekorasi rumah, dan kerajinan tangan seperti peci, sajadah, dan korden.

“Sementara untuk proses pembuatan kain non-woven, serat TKKS dengan bahan-bahan lainnya diproses menggunakan mesin non-woven. Kain non-woven ini dapat dimanfaatkan sebagai insulator mobil, insulator bangunan, insulator peralatan rumah tangga, dan bahan geotextile,” imbuh Mas’ud.

Meski berasal dari limbah, tapi Mas’ud menjamin kain berbahan TKKS ini ramah lingkungan, karena bahan bakunya mudah terurai. Dengan demikian, inovasi ini diharapkan dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan sawit, maupun para pelaku industri kelapa sawit.

BACA JUGA: Berkah Tinggalkan Sawit, Warga Desa Teluk Nikmati Hasil Jambu Madu Deli

Jumlah produksi kelapa sawit di Indonesia sangat besar. Menurut data United States Department of Agriculture (USDA), di tahun 2018 jumlah produksi mencapai 38,5 juta ton.

Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) menjadi perhatian tersendiri, lantaran sebanyak 23 persennya belum banyak dimanfaatkan. Sebagian baru dipakai untuk bahan bakar boiler dan menjadi kompos tanaman.**

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Kertas Unik Berbahan Sampah dan Sagu dari Maluku Sebelummnya

Kertas Unik Berbahan Sampah dan Sagu dari Maluku

Mitologi Mak Lampir, Si Jelita yang Menjadi Buruk Rupa Karena Memburu Cinta Selanjutnya

Mitologi Mak Lampir, Si Jelita yang Menjadi Buruk Rupa Karena Memburu Cinta

Aditya Jaya Iswara
@adityajoyo

Aditya Jaya Iswara

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.