Limbah Sawit Pun Bisa Jadi Kain

Limbah Sawit Pun Bisa Jadi Kain
info gambar utama
  • Tiga mahasiswa Unpad sukses memanfaatkan limbah sawit menjadi kain.
  • Dengan melakukan serangkaian penelitian, mereka berhasil menjadi finalis sebuah lomba bergengsi.
  • Hasil temuan ini diharapkan dapat menjadi mata pencaharian baru bagi masyarakat di sekitar perkebunan kelapa sawit, maupun para pelaku usahanya.

Limbah sawit yang jumlahnya melimpah tapi minim manfaat, kini bisa diubah menjadi bahan baku pembuatan kain. Tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran (Unpad) yang melakukannya.

Mereka adalah Muhamad Mas’ud (23), Siti Halimatus Sa’diyah (22), dan Bonie Pamungkas (22). Dengan karyanya, mereka sukses menjadi finalis Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa 2018-2019, yang diadakan secara nasional oleh Badan Pengelola Dana dan Perkebunan (BPDP) Sawit Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Ketiga mahasiswa tersebut memulainya dengan serangkaian penelitian. Melalui pencampuran sejumlah senyawa kimia, Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) bisa menjadi kain tenun dan kain non-woven.

“Serat TKKS yang sudah diproses kemudian dipilin oleh pengrajin untuk menjadi benang. Kemudian benang tersebut ditenun menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM),” urai Mas’ud dalam rilis persnya.

BACA JUGA: Pertama di Dunia, Sawit Jadi Bensin dan LPG Melalui Co-prosessing

Hasil akhir dari kain tenun yang diolah dari limbah sawit antara lain tas, goodie bag, dekorasi rumah, dan kerajinan tangan seperti peci, sajadah, dan korden.

“Sementara untuk proses pembuatan kain non-woven, serat TKKS dengan bahan-bahan lainnya diproses menggunakan mesin non-woven. Kain non-woven ini dapat dimanfaatkan sebagai insulator mobil, insulator bangunan, insulator peralatan rumah tangga, dan bahan geotextile,” imbuh Mas’ud.

Meski berasal dari limbah, tapi Mas’ud menjamin kain berbahan TKKS ini ramah lingkungan, karena bahan bakunya mudah terurai. Dengan demikian, inovasi ini diharapkan dapat menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan sawit, maupun para pelaku industri kelapa sawit.

BACA JUGA: Berkah Tinggalkan Sawit, Warga Desa Teluk Nikmati Hasil Jambu Madu Deli

Jumlah produksi kelapa sawit di Indonesia sangat besar. Menurut data United States Department of Agriculture (USDA), di tahun 2018 jumlah produksi mencapai 38,5 juta ton.

Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) menjadi perhatian tersendiri, lantaran sebanyak 23 persennya belum banyak dimanfaatkan. Sebagian baru dipakai untuk bahan bakar boiler dan menjadi kompos tanaman.**

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini