Menyisip Manisnya Sejarah Siropen Telasih, Pabrik Sirup Pertama di Indonesia

Menyisip Manisnya Sejarah Siropen Telasih, Pabrik Sirup Pertama di Indonesia

Siropen Telasih, sirup sejak zaman Belanda © Humas Surabaya

Sudah 74 tahun berlalu setelah Indonesia merdeka dari penjajahan, tentu saja bekas peninggalan baik dari Belanda maupun Jepang masih tersisa di setiap kota di Indonesia.

Salah satunya di Surabaya, terdapat pabrik sirup dengan bangunan arsitek klasik khas Eropa zaman dulu. Tepatnya di Jalan Mliwis, dekat dengan tempat ikonik di Surabaya lainnya yaitu Jembatan Merah.

Bahkan di depan pabrik tertulis "Pabrik Limoen J.C. Van Drongelen & Hellfach" yang mennandakan bahwa pabrik ini didirikan oleh dua orang Belanda. Hingga saat ini pabrik ini masih terawat dan beroperasi, lho!

Pabrik Limun dan Sirup "Telasih" | Sumber: picgra

Dari Belanda, Jepang, hingga akhirnya Indonesia

Pabrik sirup ini sudah didirikan sejak tahun 1923 oleh J.C. van Drongelen. Saat itu hasil produksi dari pabrik ini tidak bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat. Hanya bangsawan dan orang-orang Belanda saja yang dapat menikmati manisnya sirup ini.

Kemudian karena Jepang berhasil menduduki Indonesia, pabrik Siropen Telasih ini diambil alih pada tahun 1942. Namun hanya berjalan sebentar sebelum dimiliki kembali oleh Belanda.

Akhirnya pada tahun 1958, program nasionalisasi dijalankan. Semua perusahaan milik Belanda yang berdiri di Indonesia diambil alih oleh Pemerintah RI. Kemudian pabrik diserahkan secara resmi ke Perusahaan Industri Daerah Makanan dan Minuman (Pimda) Mamim Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun 1962.

Kemudian pada tahun 2002, pabrik Siropen Telasih masuk dalam PT. Pabrik Es Wira Jatim yang merupakan induk perusahaan dari PT. Panca Wira Usaha Jawa Timur.

Menjaga keaslian sejarah pabrik

Pabrik Siropen Telasih yang merupakan pabrik sirup pertama di Indonesia membuat bangunan ini menjadi salah satu cagar budaya di Surabaya yang tidak boleh diubah bentuknya dan terus dilestarikan.

Bahkan saat membuka pabrik, Drongelen tidak ingin menggunakan teknologi modern dari mesin, walaupun sudah sangat sering digunakan di Eropa saat itu. Justru ia menggunakan teknologi konvensional untuk mempertahankan kualitas rasa dan aroma sirup.

Merek sirup ini sebenarnya adalah Siropen Cap Bulan Telasih, namun masyarakat Indonesia khususnya Surabaya lebih mengenal dengan sebutan Siropen atau Sirup Telasih saja.

Siropen Gourmet, untuk campuran kopi dan koktail | Sumber: travelingyuk

Siropen Telasih masa kini

Pabrik ini masih memproduksi sirup walaupun tidak dijual di toko swalayan, namun dijual untuk restoran dan hotel. Teman-teman dapat menemukan sirup ini di pusat oleh-oleh khas Surabaya jika ingin membeli.

Dulu proses pembuatan sirup ini membutuhkan waktu yang cukup lama. Pertama gula dan air dimasak bersamaan, kemudian dicampur bahan-bahan perisa dan warna.

Setelah itu sirup yang sudah matang dimasukkan dalam guci untuk didinginkan. Hal ini yang diyakini oleh produsen bahwa rasanya akan lebih baik daripada didinginkan di lemari pendingin.

Sirup yang sudah didinginkan kemudian dikemas dalam botol, diberi label, dan siap dijual. Terdapat dua jenis produk, yaitu Siropen Telasih dan Siropen Premium. Resep yang digunakan pun masih sama dan tanpa pengawet.

Catatan kaki: Liputan 6 | Situs Budaya

Pilih BanggaBangga20%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang20%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau60%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Inilah Calon Jembatan Terpanjang di Indonesia! Sebelummnya

Inilah Calon Jembatan Terpanjang di Indonesia!

Osvaldo Haay di Ambang Rekor Top Skor SEA Games 2019 Selanjutnya

Osvaldo Haay di Ambang Rekor Top Skor SEA Games 2019

Nabila Ghaisani
@bellaghaisani

Nabila Ghaisani

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.