5 Jam Perjalanan Darat Jakarta-Surabaya?

5 Jam Perjalanan Darat Jakarta-Surabaya?

Miniatur kereta cepat © Sumber: Breaking News

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Setelah berhasil menghubungkan Jakarta-Surabaya dengan tol, pemerintah kini fokus pada pengerjaan kereta cepat. Pihak yang dipilih dari Jepang tengah melakukan feasibility study (FS) untuk melihat struktur jalan khusus. Rencananya, pertengahan tahun depan FS selesai.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan, proses pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Surabaya dapat selesai paling lambat selama 3 tahun, atau rampung pada 2023 dan dimulai pengerjaan pada saat FS selesai.

Saat ini waktu tempuh kereta Jakarta-Surabaya 10 hingga 12 jam. Kecepatannya 90 km/jam. Melihat hal itu, kereta cepat dibutuhkan. “Kereta yang sudah beroperasi tidak boleh berhenti. Maka, diputuskan membangun jalur khusus,” ujar Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri.

Ilustrasi pembangunan jalur kereta cepat | Sumber: Beritagar

Dengan jalur baru itu, Zulfikri memastikan bahwa tak ada perjalanan kereta reguler Jakarta-Surabaya yang terganggu. Menurut dia, jalur khusus itu bisa dilewati kereta dengan kecepatan 160 km/jam. Dengan demikian, perjalanan hanya membutuhkan waktu 5,5 jam dari Jakarta hingga Surabaya. “Keretanya nanti dengan diesel multiple unit (DMU),” ungkapnya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melanjutkan negosiasi dengan pihak Jepang mengenai rencana pembangunan kereta semi cepat Jakarta-Surabaya. Dikatakan kereta semi cepat dikarenakan kecepatan tempuhnya sekitar 140 km per jam.

Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi menjelaskan, ada beberapa poin yang tengah dinegosiasikan dengan Jepang seperti soal harga dan peningkatan local content.

Gerbong kereta cepat | Sumber: TripZilla Indonesia

"Jadi memang perdebatannya tidak mudah, kalau dulu konsep lokal kontennya 70:30, kita sedang tingkatkan 60:40," kata Menhub.

Budi mengatakan proyek ini membutuhkan nilai investasi sekurangnya Rp 60 triliun kendati JICA menyebut modalnya sebesar Rp 90 triliun. "Kami akan mengupayakan tidak lebih jauh dari Rp 60 triliun tapi kami memang membuat pembangunan bertahap," kata dia. Biaya itu akan ditutup oleh pinjaman dari JICA, sementara lahan disiapkan oleh pemerintah.

Adapun untuk rel, baru akan dibangun dari Jakarta hingga Semarang dan dari Semarang ke Surabaya menggunakan rel lama yang diperkuat. Rel yang disiapkan bakal diupayakan mengurangi tikungan dan jalur terjal. Pasalnya, itu akan membuat kereta menjadi lambat. "Jalur menikung dan menanjak itu mesti disederhanakan," Budi menambahkan.


Catatan kaki: Jawa Pos | Liputan 6 | Tempo

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga59%
Pilih SedihSedih5%
Pilih SenangSenang14%
Pilih Tak PeduliTak Peduli9%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi5%
Pilih TerpukauTerpukau9%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Upaya Bandara Soekarno-Hatta Kembangkan Transportasi Publik Sebelummnya

Upaya Bandara Soekarno-Hatta Kembangkan Transportasi Publik

Sejarah Hari Ini (11 Juli 1977) - Pasar Seni Ancol, Lapak Seniman Memamerkan Karya Selanjutnya

Sejarah Hari Ini (11 Juli 1977) - Pasar Seni Ancol, Lapak Seniman Memamerkan Karya

Vita Ayu Anggraeni
@ayuvitaa

Vita Ayu Anggraeni

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.