Launching Film Alang - Alang Kumitir, kolaborasi nyata karya antar komunitas

Launching Film Alang - Alang Kumitir, kolaborasi nyata karya antar komunitas

Alang Alang Kumitir © Elvas

Patut dibanggakan, dewasa ini bicara perilman Indonesia sudah makin berkembang dari masa ke masa dan juga sudah bisa dikatakan menjanjikan.

“Apa lagi pada tahun-tahun terakhir ini, dunia perfilman kite telah kembali bangkit. Kalau tahun 2015 penonton hanya 16 juta, tahun 2016 ada 34 juta dan di tahun 2017 saja sudah lebih dari 40 juta.” Ujar Yusuf Kalla saat membuka Puncak Hari Film Nasional di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta pada 29 Maret kemarin. Dikutip dari artikel Kompas.com

Setiap bulannya, film Indonesia terbaru selalu tayang di bioskop, dan dengan ini membawa satu efek positif bahwa mulai banyak bermunculan para pembuat film di sektor Industri yang sudah tidak diragukan juga kualitas filmnya makin berkembang.

Sementara itu perkembangan perfilman juga diwarnai dengan para permbuat film secara independen (film indie) yang seakan tidak mau kalah saing dari para produsen film industri. Ditandai dengan banyak film indie yang sudah mendapat prestasi di tingkat internasional, maka dapat diakui bahwa pegiat film indie ini telah menjadi motor penggerak pertumbuhan film Indonesia.

Poster Film Alang - Alang Kumitir

Bogor - 21 September 2019, Seakan tak mau kalah dalam ikut meramaikan karya di dunia perfilman Indonesia. Film Indie “Alang alang Kumitir” hasil garapan sutradara Agung Jarkasih dan diproduseri langsung oleh Rama Adira mengadakan pre-launching di Gedung Serbaguna Lantai 2 Bogor Trade Mall (BTM) dengan Tarawangsa dan penampilan teater dari teater Gandrung serta pemutaran film pembuka dari Uncle S yang berjudul “Nawal” sebagai suguhan pembukanya.

Launching Film Alang - Alang Kumitir.

Film yang diberi judul lain "The Seventh Skyline” merupakan karya visual dari komunitas Bale Films serta Bogor Cinema sebagai platformnya, ternyata disambut hangat oleh perfilman di kancah internasional, ditandai dengan Alang-Alang Kumitir menjadi Finalist Indie Best Film Festival (IBESTFF) 2018 lalu, Short La Sala Union Bucharest International Film Festival 2018, Screening Session Lift-off Session, UK 2018, dan Official Selection in Short Film Festival Nigeria 2018.

“Sejujurnya saya tidak pernah menyangka antusiasme kawan-kawan yang hadir sebanyak itu. Semoga ikatan antara pembuat penyelenggara, dan penonton terus konsisten dan membaik sehingga karya, kegiatan dan apapun bentuk kolaborasi terus muncul dan hidup.” Tegas Agung Jarkasih menutup acara.

Terselenggaranya acara yang dihadiri sekitar 200 orang penonton ini, menjadi bukti sambutan hangat antar Komunitas di Kota Bogor yaitu; Bogor Cinema, Concept Creation, Bogor Trade Mall, Morality Audio Visual Network (Mav-Net), Uncle S, Gerakan Seni Rupa Bogor, Teater Gandrung, dan Alif & Friends Tarawangsa ikut bahu membahu menyelenggarakan acara tersebut. Tingginnya antusias para pegiat dan pecinta film ini membuat para komunitas di Bogor sepakat untuk mengadakan kembali Screening bersama film bogor lainnya di Gedung Komuning Gading Bogor di waktu mendatang. (AH)

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Indonesia Dipastikan Lolos ke Piala Asia U-16 2020 Sebelummnya

Indonesia Dipastikan Lolos ke Piala Asia U-16 2020

Ketika Kain Tenun Mengangkasa Bersama Srikandi Bangsa Selanjutnya

Ketika Kain Tenun Mengangkasa Bersama Srikandi Bangsa

Hamdan Ngabei
@hamdanngabei

Hamdan Ngabei

www.concretion.co.id

Sejak tahun 2012 sudah terjun dalam dunia event organizer bersama teman kuliahnya membentuk sebuah tim dengan nama Komedi Putar. Pada Tahun 2014 menjadi Direktur Program di PT. High land Indonesia, sebuah perusahaan penyedia jasa outbound training. Pada Tahun 2015 dia mencoba mencari pengalaman dan bekerja di PT. Kreatif Investama, sebuah perusahaan Brand Consultant di Jakarta. Pada tahun 2016 bekerja sebagai Manager Multimedia di CV Taka Lestari bersamaan dengan karirnya membangun Concept & Creation. Tahun 2017 bekerja sebagai Marketing Communication di Dompet Dhuafa hingga kini. Bekerja pada Lembaga non profit tidak menjadikan karirnya berhenti disitu saja, pada saat yang bersamaan, ia dipercaya menjadi Team Leader dan menjadi Board of Director di Pesona Highland – penyedia jasa camping ground dan outbond training di daerah Puncak Bogor hingga kini.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.