Melukis dengan Media Kopi

Melukis dengan Media Kopi

Latte Art Motif Tulip © Mona/GNFI

Kamu merupakan pecinta kopi? Sudah tahu dong tentang salah satu variasi kopi yang dikenal dengan Latte? Minuman yang berasal dari Italia ini terdiri dari campuran kopi dengan susu panas yang menjadikan foam atau busa di atas kopi. Belakangan ini latte semakin diminati oleh masyarakat bukan hanya karena rasanya yang unik, tapi dengan adanya terobosan yaitu latte art.

Tidak sekedar menggambar di kopi, Latte Art juga seni memadukan komposisi bahan dengan takaran yang harus pas. Teknik pembuatan pola pun bermacam-macam, mulai dengan pola yang sederhana seperti Rosetta, Heart dan Tulip sebagai bentuk dasar yang harus ditekuni pemula, hingga berbagai pola yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Theo Xandre Lesil (30), salah satu barista di Cafe Tyga Per Empat telah menekuni Latte Art kurang lebih 4 tahun, akan tetapi ia sudah berkecimpung di dunia kopi selama 5 tahun. Menurut Theo, dengan adanya gambar di kopi orang-orang akan lebih tertarik untuk mencoba kopi tersebut. ’’Meracik kopi juga salah satu seni, seperti foam yang tepat dan rosting kopi yang tepat. Karena segala sesuatu yang dimasak atau dibuat adalah seni” Ungkapnya.

Proses pembuatan latte art oleh Theo @Mona/GNFI

Kopi yang ia gunakan juga adalah kopi khas Indonesia, disisi lain ia juga ingin mengenalkan bahwa rasa dari kopi Indonesia juga tak kalah dengan kopi luar. Selain itu, Ia juga mengatakan bahwa pembuatan latte art pada latte tidak akan merusak rasa asli dari kopi, melainkan menambah cita rasa, asal dengan takaran dan pilihan foam, pemanasan dan steam susu yang tepat. Jika Latte Art nya bagus, tentu kopinya sudah pasti enak tambah Theo.

Theo Xander Lesil @Mona/GNFI

Latte art ini dibuat agar orang-orang yang tadinya tidak berminat menjadi tertarik dan mencoba kopi. Selain itu, latte art juga menjadi tren di media sosial karena bentuknya yang unik dan lucu untuk dibagikan dan menjadi publisitas kedai kopi. Seiring berkembangnya zaman, banyak tercipta kreasi baru dari Latte art mulai dari yang 3D hingga penggunaan warna yang beragam.

Latte Art @ Mona/GNFI

Tak hanya sampai di gelas dan konsumen, World Latte Art Championship menjadi ajang para barista untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menggambar kopi. Ajang ini bahkan pernah diadakan di Bali.

Nah ini selesai sudah ulasan singkat mengenai Latte Art, penasaran bukan? Yuk kunjungi Kedai kopi terdekat!***

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Malaysia Pun Beri Apresiasi ke Film 27 Steps of May Sebelummnya

Malaysia Pun Beri Apresiasi ke Film 27 Steps of May

Di Pasar Tradisional ini, Rupiah diganti dengan "Dhono" Selanjutnya

Di Pasar Tradisional ini, Rupiah diganti dengan "Dhono"

Mona Destiana
@mona_destiana

Mona Destiana

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.